Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pungutan Parkir di Waralaba Akal-akalan Dishub? DPRD Pekanbaru: Jangan Sok Buat Terobosan

Terobosan Dishub Pekanbaru memungut retribusi parkir di seluruh waralaba Alfamart Indomaret menuai protes, begitu juga DPRD Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
medan.tribunnews.com
FOTO ILUSTRASI - 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Terobosan Dishub Pekanbaru, mengambil pungutan retribusi parkir di seluruh waralaba Indomaret dan Alfamart di Kota Pekanbaru, menuai protes, begitu juga DPRD Pekanbaru.

Tidak hanya dari warga, namun protes juga dilayangkan legislator, di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru.

Padahal selama ini, kenapa waralaba Indomaret dan Alfamart tidak memungut parkir kepada pelanggannya, ternyata bagian dari servis konsumen atau pelayanan.

Namun waralaba Indomaret dan Alfamart tetap menyetor parkir ke Pemko Pekanbaru, melalui Bapenda, dalam bentuk pajak parkir.

Anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH menilai, pungutan parkir ini hanya akal-akalan Dishub Pekanbaru.

Modus yang dibalut untuk menambah pundi-pundi PAD, namun sesungguhnya untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Jangan sok buat terobosan. Tapi masyarakat mengeluh. Harusnya Dishub itu lebih memberikan relaksasi kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini. Bukan menambah beban masyarakat," tegas Ruslan kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (13/9/2021).

Harusnya, di sana beberapa lembaga kini berlomba-lomba membantu masyarakat, yang terdampak pandemi, Dishub juga harus ambil bagian.

Paling tidak menggratiskan parkir di beberapa titik.

"Kalau mau jujur, berapa sih PAD dari retribusi parkir selama ini. Apakah sesuai target. Kan tidak pernah capai target. Lalu terobosan macam apa pula yang dibuat sekarang (pungutan parkir di Indomaret dan Alfamart)," tegas politisi senior ini lagi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved