Breaking News:

Rumbia Makin Sulit Dicari, Puluhan Tahun Geluti Anyaman, Mariani Jadi Perhatian Saat Lawatan Menteri

Puluhan tahun geluti anyaman, Nenek Mariani jadi pusat perhatian saat lawatan Menteri Parekraf Sandiaga Uno

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIHOMBING
Mariani, nenek penganyam rumbia warga Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar jadi pusat perhatian saat lawatan menteri. Mariani sebut bahan anyaman daun rumbia kini makin sulit dicari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Seorang nenek menjadi pusat perhatian orang yang datang melihat kunjungan Menteri Parekraf, Sandiaga Salahuddin Uno di Objek Wisata Puncak Kompe Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Minggu (12/9/2021).

Nenek ini dengan jarinya begitu mahir membuat anyaman. Beberapa hasil anyamannya dipamerkan di stan dalam kunjungan menteri tersebut.

Dialah Mariani, nenek berumur 62 tahun warga Desa Koto Mesjid. Ia asyik membuat anyaman di tengah keramaian yang memperhatikannya.

Ia tetap fokus menyimpul tiap helai rumbai kering untuk membentuk wadah petak berukuran sekitar 10x5 sentimeter itu.

Tampak di sekililingnya beberapa hasil anyaman hasil karya tangan sang nenek.

Ada tikar, keranjang yang kata Mariani bisa digunakan sebagai tempat nasi.

"Ini baru tadi mulai saya kerjakan," ucap Mariani menunjukkan anyaman yang sedang dikerjakannya kepada Tribunpekanbaru.com. Anyaman kecil itu akan selesai dia kerjakan.

Kerajinan berukuran kecil bisa diselesaikannya kurang dari sehari.

Tetapi untuk anyaman yang lebih besar, bisa berhari-hari. Tikar misalnya. Lama pengerjaannya bisa sampai dua pekan.

Membuat anyaman memberi kesenangan tersendiri bagi Mariani.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved