Breaking News:

Taliban akan Kesulitan Benahi Ekonomi, PBB : Afganistan dalam Krisis Kemanusiaan

PBB ungkap bahwa Afganistan dalam kondisi krisis kemanusiaan. Taliban akan kesulitan benahi ekonomi di Afganistan

Editor: Budi Rahmat
STR / AFP
Orang-orang berbaris untuk naik pesawat angkut militer Prancis di bandara Kabul pada 17 Agustus 2021, untuk evakuasi dari Afghanistan setelah pengambilalihan militer yang menakjubkan oleh Taliban di negara itu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Hengkangnya Amerika Serikat, Tidak hanya menjadikan Afganistan berubah pemerintahan dan kebijakan.

Namun negara tersebut juga terancam secara ekonomi dan berujung pada krisis kemanusiaan.

Kenyataan bahwa Amerika Serikat merupakan penyumbang utama untuk pondasi ekonomi di Afganistan.

Bahkan setengah dari warga Afganistan masih berumpu pada sumbangan atau bantuan yang diberikan Amerika Serikat.

Namun kini AS tidak hanya hengkang dari Afganistan namun juga menghenikan bantuan.

Baca juga: Bikin Amerika Serikat Berang, Video Taliban Munculkan Sosok Pemimpin Al Qaeda saat AS Berduka

Baca juga: Tak Menyangka Ditelepon Langsung Komandan Taliban, Dua Polisi Afganistan Ini Kini Mengaku Senang

Penyebabnya tentu saja keberadaan Taliban yang mengambil alih kekuasaan di Afganistan.

Kenyataan tersebut juga menyebabkan PBB tidak bisa menjalankan program kemanusiaannya di Afganistan.

Kondisi kini, PBB sedang berusaha mendapatkan bantuan seniai Rp 8,5 triliun untuk membantu masalah kemanusiaan di Afganistan

Dalam upayanya mengumpulkan donasi, PBB bakal menggelar konferensi di Jenewa, Swiss, mulai Senin (13/9/2021) sambil memperingatkan krisis kemanusiaan Afghanistan pasca-pengambilalihan Taliban.

PBB mengatakan, bahkan sebelum Taliban menduduki Kabul pada 15 Agustus, sekitar setengah dari populasi Afghanistan atau sekitar 18 juga jiwa masih bergantung pada bantuan.

Angka itu tampaknya akan meningkat karena kekeringan dan kekurangan uang tunai serta makanan sebagaimana dilansir Reuters.

Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, sumbangan asing, terutama dari Barat, senilai miliaran dollar AS yang biasa mengalir ke negara tersebut langsung berhenti seketika.

Mandeknya aliran donasi tersebut membuat program-progam bantuan PBB di Afghanistan semakin tertekan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menuturkan bahwa PBB juga sedang berjuang secara finansial.

“Saat ini PBB bahkan tidak mampu membayarkan gaji para pekerjanya sendiri,” kata Guterres kepada wartawan pada Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Apa Bedanya Taliban dengan ISIS kalau Tega Penggal Kepala Orang, Pantas Saja Banyak yang Ketakutan

Baca juga: Terungkap, Taliban tidak Hanya Ingin Kuasai Afganistan, namun Juga Balas Dendam ke Orang-orang Ini

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved