Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Harga Sawit di Riau Tembus Rp 2.700 per Kilogram, Petani Sawit di Rohul Untung Berlipat

Tak tanggung, kebun yang dibuka sejak awal 2000 itu memiliki luas hingga 2.582,6 Hektar dengan melibatkan ribuan petani di dalamnya

Penulis: Syahrul | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN-- Petani sawit dari Kebun KKPA PT Ekadura Indonesia di Kota Lama mendapatkan untung berlipat dari tingginya harga sawit di Riau yang menyentuh angka Rp. 2.700 per kilogram.

Tak tanggung, bagi pemilik kaplingan kebun sawit pola KKPA di perusahaan tersebut, dalam sekali panen bisa menembus keuntungan hingga Rp. 12 juta per kapling.

Asisten Afdeling Kemitraan PT EdI Wahyu Andri mengatakan, hasil panen tersebut sangat menguntungkan setelah didukung dengan harga sawit yang turut melambung.

Selain itu, produktifitas kebun sawit hingga dapat menghasilkan panen maksimal juga turut menentukan tingginya keuntungan petani sawit dari pola kemitraan tersebut.

"Sebagai pengelola, tentu kita menjaga agar panen buah dari setiap blok kebun dapat mencapai angka maksimal sehingga dapat berdampak positif bagi para petani," kata Wahyu pada Senin (13/9).

Ditambahkannya, PT EdI sebagai Bapak Angkat dalam konsep kemitraan bersama para petani bertanggungjawab penuh atas pengelolaan kebun sawit masyarakat.

Tak tanggung, kebun yang dibuka sejak awal 2000 itu memiliki luas hingga 2.582,6 Hektar dengan melibatkan ribuan petani di dalamnya.

"Tanggungjawab kami adalah menjamin keberlangsungan hasil panen kebun sawit masyarakat dapat menghasilkan buah maksimal sehingga dapat menguntungkan petani dan perusahaan juga," tandasnya.

Terpisah, seorang petani dari Pola Kemitraan PT EdI yang sudah 17 tahun mengikuti program KKPA itu mengatakan, dirinya puas dengan hasil pengelolaan perusahaan atas kebunnya itu.

Petani bernama Suriyagus itu mengatakan, sudah mendapatkan banyak keuntungan atas pola kemitraan yang berlangsung sejak awal.

Dia mengaku, kebun yang dimilikinya dalam program tersebut hanya satu kapling yang berukuran sekitar dua hektar.

"Alhamdulillah. Ketika beberapa rekan saya merasa ragu pada masa-masa awal, saya justru tetap yakin dan sekarang buahnya terasa memuaskan," kata lelaki yang akrab disapa Agus ini.

Agus pun menegaskan, dia tidak akan melepas kepemilikannya atas lahan tersebut dan akan terus mempercayakan pengelolaan kepada pihak perusahaan.

"Insya Allah saya gak mau jual. Lebih baik dinikmati hasilnya daripada dijual jika melihat hasilnya yang bagus seperti sekarang," tandasnya. (Mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved