Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Penampakan Harimau Sumatera Jalani Observasi di PRHS Dharmasraya Sumbar

Box trap dipasang didekat lokasi ditemukan mayat korban dan pondok, yang sebelumnya sempat didapati ada jejak kaki Si Kucing Belang Raksasa

Penulis: Rizky Armanda | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Harimau yang masuk kandang perangkap milik BBKSDA Riau di Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, kini sudah dipindahkan ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Dharmasraya, Sumatera Barat.

Harimau berjenis kelamin betina dan berusia 3 tahun ini, akan menjalani masa observasi dan rehabilitas menyeluruh di sana.

Plh Kepala BBKSDA Riau, Hartono menuturkan, Kucing Belang Raksasa ini sampai di kandang karantina di PRHS Dharmasraya pada Jumat (10/9/2021) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB.

Harimau sebelumnya dibawa dari Siak dari Pekanbaru, tepatnya ke Kantor BBKSDA Riau. Hanya sebentar di sana, tim melanjutkan perjalanan ke Dharmasraya, dengan memakan waktu 14 jam.

"Harimau sudah masuk kandang karantina untuk dilakukan kegiatan rehabilitasi lebih lanjut. Hari ini akan dilakukan. Kenapa tidak langsung dilakukan saat sampai, tim menunggu kondisi harimau stabil karena perjalanan cukup jauh," ucap Hartono, Senin (13/9/2021).

Tim medis dipaparkannya, akan mengecek kestabilan kondisi fisik harimau, tingkah dan prilaku, serta melakukan pengobatan terhadap kaki kanan bagian depannya yang terluka, akibat kena jerat.

Secara umum Hartono mengungkapkan, fisik harimau terbilang sehat. Saat masuk kandang karantina, tim memberinya makan daging segar.

"Agresifnya masih sangat tinggi, langsung diterkam, sifat alam liarnya masih ada," tutur Hartono.

Diterangkan Plh Kepala BBKSDA Riau, tim tidak langsung melepasliarkan harimau itu ke habitatnya, karena tim akan mengobati dulu luka dikakinya yang sudah membengkak dan terdapat myasis (belatung). Bahkan luka itu sudah masuk tahap pembusukan jaringan.

Untuk pelepasliaran nanti kata Hartono, cepat atau lambatnya tergantung dengan kondisi harimau itu sendiri. Tim nanti yang akan menyatakan harimau itu sudah layak dilepas atau belum.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved