Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Rumahnya Terbakar, Sandiaga Uno Borong Seluruh Produk Olahan Nurjanah di Puncak Kompe

Setelah mengantar hasil produk olahannya ke Puncak Kompe, Nurjanah pun bergegas pulang. Namun ditengah perjalanan menuju ke rumah, ia mendapatkan

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Disela kunjungan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif ke Riau, terselip kabar duka dari pelaku UMKM di Riau. Dia adalah Nurjanah (32) warga Perumahan Villa Indah, Jalan Cik Ditiro Kota Bangkinang.

Sehari jelang kedatangan Sandiaga Uno ke Puncak Kompe, tepatnya Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, rumah Nurjanah dilalap si jago merah.

Musibah yang menimpanya tersebut terjadi begitu cepat. Saat itu ia baru saja meninggalkan rumahnya untuk mengantarkan sejumlah produk makanan olahan dari ikan patin ke Puncak Kompe untuk diikut sertakan dalam bazar.

Setelah mengantar hasil produk olahannya ke Puncak Kompe, Nurjanah pun bergegas pulang. Namun ditengah perjalanan menuju ke rumah, ia mendapatkan telepon dan mengabarkan bahwa rumahnya mengalami kebakaran.

Mendapat kabar tersebut, Nurjanah langsung lemas. Namun ia berusaha kuat dan terus melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah. Saat tiba di rumah, bangunan rumahnya sudah rata dengan tanah dilalap di jago merah. Beruntung, empat orang anaknya yang masih kecil selamat dari musibah itu.

Mendapat kabar tersebut, Sandiaga Uno disela kunjunganya ke Puncak Kompe langsung memborong seluruh kerajinan tangan dan produk olahan yang diantarkan oleh Nurjanah ke Puncak Kompe sebelum rumahnya terbakar.

"Terimakasih pak menteri atas perhatiannya, alhamdulillah semua barang dagangannya punya buk Nurjanah diborong habis oleh pak menteri," kata Ria Gustina, Ketua penyelenggara perkumpulan jasa boga Indonesia, Kampar yang salah satu anggotanya adalah Nurjanah korban rumah terbakar.

Produk olahan Nurjanah yang diborong oleh Sandiaga diantaranya adalah steak ikan patin, kripik balado, steak kentang dan kacang goreng.

Ria mengungkapkan, sehari-hari Nurjanah menitipkan produk olahan patin dan kerajinan tanganya di gerai-gerai yang ada di tempat wisata yang ada di beberapa titik di Kampar. Namun sejak Pandemi ini ia kesulitan, sebab tempat wisata banyak yang ditutup. Kalau pun ada yang dibuka, pengunjungnya juga sepi.

"Akhirnya kami mempromosikan produk-produk kami melalui medsos, dari situ agak lumayan lah, kalau hanya mengandalkan jualan langsung di tempat wisata ini tidak jalan, apalagi sejak adanya Covid ini, sepi penjualan," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved