Breaking News:

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 2 Drone milik Iran yang Targetkan Bandara di Irak

Dua drone milik Iran tersebut dilumpuhkan menggunakan sistem kontra-roket, artileri, dan mortir AS.

Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh Amber Clay dari Pixabay
ILustrasi Militer yang tembak drone 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Amerika Serikat klaim telah menembak jatuh dua drone milik Iran yang terbang di wilayah Irak.

Drone tersebut disebut-sebut menargetkan Bandara Erbi.

Namun, belum sampai drone tersebut menghantam targetnya, militer AS mengaku telah lebih dulu menjatuhkannya.

Kedua drone itu dilumpuhkan menggunakan sistem kontra-roket, artileri, dan mortir AS.

Baca juga: Masih Dendam, Israel Tuding Iran Sengaja Ajarkan Negara Lain Operasikan Drone Penghancur

Baca juga: Drone Tempur AS Bunuh 10 Warga Sipil Di Afghanistan, Pentagon Lempar Batu Sembunyi Tangan

Dua drone atau pesawat tak berawak Iran dengan target bandara Erbil di Irak yang dikuasai Kurdi, Sabtu (11/9/2021).

Seperti dikutip dari Serambinews, serangan terakhir pada peringatan 20 tahun 11 September 2021 itu tidak disertai dengan laporan korban atau kerusakan, menurut juru bicara koalisi pimpinan AS di Irak utara.

Drone ditembak jatuh oleh sistem kontra-roket, artileri, dan mortir AS, kata seorang pejabat AS kepada Fox News, Minggu (12/9/2021).

Beberapa pasukan AS berpangkalan di bandara Erbil, yang menjadi sasaran serangan baru-baru ini oleh kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran.

Pada Februari 2021, satu kontraktor sipil tewas setelah setidaknya tiga roket menghantam dekat pangkalan militer di Erbil.

Baca juga: Arab saudi Diserang, Sistem Keamanan Berhasil Mencegat Sejumlah Tembakan Rudal dan Serangan Drone

Serangan di Irak menandai yang pertama dalam dua bulan terakhir ini sejak 8 Juli 2021.

Seusai roket menghantam dalam dan sekitar Zona Hijau di ibukota Irak Baghdad, rumah bagi Kedutaan Besar AS.

Ada beberapa kerusakan material dan cedera yang dilaporkan dari dua anggota layanan AS.

Ada sekitar 2.500 tentara yang tersisa di Irak dan sekitar 900 tentara di negara tetangga Suriah.

Baca juga: Pentolan ISIS-K Tewas, Taliban Kutuk Serangan Drone Amerika Serikat di Nangarhar, Afghanistan Timur

Penempatan itu untuk mempertahankan keamanan terhadap upaya reformasi ISIS di wilayah tersebut.(*)

(Tribunpekanbaru.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved