Breaking News:

Aturan Liga Champions 2021-2022 Berubah, Gol Tandang Tidak Lagi Dihitung Dua Kali Lipat

Perubahan besar pertama adalah bahwa gol tandang tidak lagi dihitung sebagai dua kali lipat jika terjadi seri di papan skor.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Guruh Budi Wibowo
David Ramos / AFP / POOL
Penyerang Chelsea Olivier Giroud (tengah) mengangkat trofi setelah memenangkan pertandingan final Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Chelsea FC di stadion Dragao di Porto pada 29 Mei 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perubahan aturan Liga Champions untuk musim ini termasuk pemain pengganti, gol tandang, hingga suporter.

UEFA telah memperbarui aturan mereka untuk Liga Champions 2021-2022 termasuk pedoman baru mengenai pemain pengganti, gol tandang, dan penggemar yang kembali ke stadion.

Empat klub Inggris akan terpengaruh karena babak penyisihan grup musim ini dimulai pada Selasa malam.

Chelsea memenangkan kompetisi terakhir kali, mengalahkan Manchester City 1-0 di final berkat gol Kai Havertz.

Liverpool adalah juara Eropa pada tahun 2019 dan Manchester United mencari mahkota pertama mereka sejak 2008, ketika gol Cristiano Ronaldo yang baru saja dikembalikan membantu mereka meraih kemenangan selama tugas pertamanya di Old Trafford.

Yang terbaik di Liga Premier harus mematuhi aturan baru, beberapa di antaranya akan membuat edisi ini terasa sangat berbeda dengan iterasi sebelumnya.

Dilansir dari Mirror, perubahan besar pertama adalah bahwa gol tandang tidak lagi dihitung sebagai dua kali lipat jika terjadi seri di papan skor.

Aturan tersebut, yang diperkenalkan pada tahun 1965, menyebabkan tim tuan rumah cenderung fokus untuk tidak kebobolan saat tim tamu berusaha untuk melakukan pukulan dan meraih hasil.

Setiap undian leg kedua musim ini akan dilanjutkan ke perpanjangan waktu dan kemudian adu penalti jika diperlukan, terlepas dari berapa banyak gol yang dicetak oleh masing-masing tim saat mereka menjadi tim tamu.

"Dampak dari aturan sekarang bertentangan dengan tujuan awalnya karena, pada kenyataannya, sekarang menghalangi tim tuan rumah, terutama di leg pertama dari menyerang, karena mereka takut kebobolan gol yang akan memberikan lawan mereka keuntungan penting" kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved