Breaking News:

Kapolda Riau Angkat Bicara Soal Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Rohil, Ini Penjelasannya

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, angkat bicara soal kasus dugaan pemalsuan surat tanah yang ditangani penyidik Satreskrim Polres Rohil

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, angkat bicara soal kasus dugaan pemalsuan surat tanah yang ditangani penyidik Satreskrim Polres Rohil. FOTO: Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi memberikan keterangan dalam suatu ekspos di Mapolda Riau, Kamis (4/2/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, angkat bicara soal kasus dugaan pemalsuan surat tanah yang ditangani penyidik Satreskrim Polres Rohil.

Dalam kasus yang sudah menyita perhatian dalam beberapa waktu belakangan ini, penyidik menjerat pria bernama Rudianto Sianturi sebagai tersangka.

Menurut Agung, terkait kasus itu, penanganan yang dilakukan oleh Polres Rohil, sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku.

Penyidik disebutkannya, sudah mengantongi alat bukti yang cukup. Langkah hukum yang diambil juga merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah berkekuatan hukum tetap.

"Kepolisian bertindak profesional dalam melakukan tugas penegakan hukum. Kita selalu terbuka. Soal kasus itu (Rudianto, red) berjalan sesuai prosedur hukum dan alat bukti yang cukup," kata Irjen (Pol) Agung saat ditanya seorang anggota Komisi II DPR RI dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Serindit, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Jenderal bintang dua itu memaparkan, kasus yang menyeret Rudianto Sianturi ini, merupakan pelaksanaan terhadap putusan hukum sebelumnya atas tersangka Zamzami, mantan Kepala Desa Air Hitam, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil.

Dimana Zamzami yang juga terjerat kasus yang sama dengan Rudianto Sianturi, sudah lebih dulu diadili dan divonis bersalah oleh MA. Ia dihukum 6 bulan penjara dipotong masa tahanan dan sudah menjalani eksekusi.

Di Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir pada 20 Agustus 2020 lalu, Zamzami memang sempat divonis bebas. Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi ke MA. Hingga akhirnya MA pada 3 Februari 2021 mengabulkan permohonan kasasi jaksa.

MA dalam putusan kasasi nomor 62.K/PID/2021 menyatakan Zamzami telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Dimana dia dengan sengaja membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan hak, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari pada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu yang dapat menimbulkan kerugian karena pemalsuan surat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved