Breaking News:

Kisah Bocah Penderita Kanker Mata, Sang Bunda: Jangan Ambil Lagi Mata Anak Saya

Kisah sedih bocah dua tahun yang tampak tetap riang, walau sebelah matanya sudah tiada lagi akibat kanker mata.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Istimewa
Foto Salsabilla Alina (jaket pink) bersama Ketua YKAKI Riau, Elvi Riawanti (paling kanan) dan orangtua Salsabilla saat diantar ke Bandara Sultan Syarif Kasim oleh pihak YKAKI Riau, Minggu (12/9/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kisah sedih bocah dua tahun yang tampak tetap riang, walau sebelah matanya sudah tiada lagi akibat kanker mata.

Salsabilla Alina namanya. Ia mengidap penyakit retinoblastoma atau kanker mata sejak dua tahun terakhir. 

Awalnya Tina tidak ada curiga, seminggu usia putrinya Salsabilla Alina, Tina melihat bola mata putrinya bersinar seperti mata kucing.

Tina berpikir, mungkin itu adalah hal biasa. Namun lama kelamaan bola mata Salsabilla sebelah kiri kemudian memutih.

Hingga usia 8 bulan, diperiksa dokter, Salsabilla divonis mengidap tumor ganas.

"Satu minggu usia Salsabilla, di bola mata kirinya bercahaya seperti bola mata kucing. Saya kira itu biasa, lama-lama bola mata nya memutih, dan setelah umur sekitar delapan bulan, saya membawa anak saya ke Puskesmas, dan dirujuk kerumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Tapi ternyata anak saya divonis sakit tumor ganas," kata Tina dengan suara bergetar saat berbincang dengan Tribun mengenang awal penyakit yang dialami Salsabilla, yang saat dihubungi ia sedang berada di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Mau tidak mau, bola mata Salsabilla sebelah kiri tersebut harus diangkat, dan tidak ada pilihan lain. Dengan rasa sedih yang mendalam, Tina harus berupaya tegar dan terus memberikan dukungan kepada putrinya.

Setelah mata kiri diangkat, kini, mata sebelah kanan Salsabilla juga positif terindikasi penyakit yang sama.

Namun sel kankernya belum menjalar begitu jauh, dan masih bisa dilakukan tindakan laser mematikan sel kanker, yang harus dilaksanakan di Jakarta, karena peralatan untuk melakukan tindakan tersebut tidak ada di Pekanbaru.

"Mata kiri Salsa sudah dioperasi. Sekarang cuma ada mata sebelah kanan, dan mata sebelah kanan ada tumor lagi. Saya selalu berdoa, Ya Allah, sembuhkanlah anak saya. Jangan diambil lagi mata anak saya. Kasihanilah anak saya. Saya tidak bisa berkata apa lagi. Saya hanya ingin anak saya sembuh," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved