Breaking News:

Kisah Burhan Tinggal di Gubuk Kecil Tapi Tak Masuk Penerima Bantuan RLH, Gubri Syamsuar Lakukan Ini

Burhan, warga Desa Silam, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar tinggal di gubuk kecil tapi tak masuk penerima bantuan RLH

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) milik Burhan di Desa Silam, Kecamatan Kampar pada Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Burhan, warga Desa Silam, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar tinggal di gubuk kecil tapi tak masuk penerima bantuan RLH hingga akhirnya terdengar oleh Gubernur Riau.

Dan akhirnya diusulkan lalu dilakukan perombakan rumah yang tak layak huni itu.

Bahkan, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) di Desa Silam, Kecamatan Kampar pada Selasa (14/9/2021).

RLH ini merupakan bantuan dari Pemprov Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Riau.

Di sela-sela kegiatan peletakan batu pertama tersebut, Gubri Syamsuar mengungkapkan, bahwa RLH tersebut dibangun karena adanya laporan dari masyarakat bahwa ada warga yang tinggal di rumah yang tidak layak, ekonominya tidak mampu dan disabilitas namun tidak masuk dalam daftar penerima RLH.

Pemilik rumah tersebut adalah Burhan. Ia tinggal bersama anak semata wayangnya di rumah berdinding papan yang berukuran sekitar 4 x 5 meter saja.

Burhan sudah lama berpisah dengan istrinya dan sudah tinggal digubuk tersebut selama lebih kurang 10 tahun.

Meski tidak di gubuk yang kecil, namun Burhan tidak termasuk dalam daftar nama penerima bantuan RLH.

Meskipun menurut keterangan Burhan namanya pernah diusulkan sebagai penerima bantuan RLH dari pihak desa.

"Warga ini tidak termasuk yang mendapat RLH, karena kami melihat rumahnya tidak layak huni” ujar Syamsuar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved