Breaking News:

Rocky Gerung Tersangkut Perkara Tanah dengan Sentul, Pengamat: Ada Makna Politis

Ubed mempertanyakan jika memang tanah tersebut milik PTPN, bagaimana Sentul City bisa mengklaim tanah negara sebagai tanahnya.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Rocky Gerung. Rumah aktivis Rocky Gerung terancam dibongkar jika dalam kurun waktu 7x24 ia tak mengosongkan tempat tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rocky Gerung dan Sentul City terlibat persoalan klaim kepemilikan tanah di Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 

Hal ini membuat Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun turut angkat bicara.

Dia menilai ada makna politis di balik perseteruan tersebut.

Dia mengetahui bahwa Rocky telah membeli tanah itu pada 2009 dan telah mengajukan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Tetapi ditolak karena lahan itu merupakan tanah negara yang dikuasai PTPN," kata Ubed dalam pesan yang diterima Tribunnews, Selasa (14/9/2021).

Ubed mempertanyakan jika memang tanah tersebut milik PTPN, bagaimana Sentul City bisa mengklaim tanah negara sebagai tanahnya.

"Jika mengklaim punya hak guna bangunan (HGB), pertanyaannya adalah Sentul City itu punya HGB bagaimana ceritanya, status tanahnya masih dipersoalkan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kok?" ujarnya.

Baca juga: Ingat Hudson, Pria yang Punya 2 Wajah, Yakni Pria dan Wanita, Lama Tak Ada Kabar, Begini Kondisinya

Baca juga: Lagi Bosan dan Suntuk, Wanita Ini Hancurkan Belasan Toko dan Motor Orang Buat Menghilangkan Stres

Maka itulah, Ubed mengatakan ada aspek politis di balik perseteruan antara keduanya

"Yang kebetulan tanah tersebut ada yang milik intelektual publik  Rocky Gerung yang selama ini berseberangan dengan pemerintah yang sedang berkuasa.  Rocky Gerung adalah intelektual publik yang memilih secara terang benderang sebagai oposisi pemerintah karena ia sadar bahwa ada banyak kekeliruan kebijakan rezim pemerintah saat ini," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa perkara ini menjadi persoalan publik sebab sosok  Rocky Gerung yang selain rakyat biasa, juga merupakan intelektual publik kritis terhadap pemerintah.

"Sebab bisa saja banyak kasus seperti ini di daerah lain tetapi rakyat lemah tak berdaya selalu dikalahkan dan diam, karena tidak cukup modal sosial untuk melawannya," ujarnya

"Dalam kasus ini, semoga menjadi pintu harapan agar rakyat kecil tak lagi lemah tetapi berani memperjuangkan haknya seperti yang dicontohkan Rocky Gerung dan ribuan rakyat jelata di Bogor ini,"  pungkasnya

Baca juga: Ayah Taqy Malik Diduga Melecehkan Istri Siri, Abu Janda: Kemunafikan Manusia Penjual Agama

Baca juga: Peringatan dari Wawako: Masyarakat Pekanbaru Jangan Terlalu Euforia Selama PPKM Level 3

Diketahui, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) angkat bicara mengenai kasus sengketa lahan antara pengamat politik Rocky Gerung dan PT Sentul City, yang dikabarkan melalui acara Kabar Petang Pilihan TV One, Minggu (12/9). 

Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Kelembagaan sekaligus Juru Bicara Kementerian ATR/BPN, Teuku Taufiqulhadi menjelaskan bahwa pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu terkait permasalahan sengketa tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved