Breaking News:

Sekelumit Kisah Pentolan PKI DN Aidit Dalam Sejarah Papua Bebas dari Kolonialisme

Ada kisah DN Aidit terkait sejarah Papua atau Irian Barat kala itu, Aidit sempat berkisah mengenai papua kepada wartawan Uni Soviet.

Editor: Ilham Yafiz
Wikipedia.org
DN Aidit saat memberikan sambutan pada ulang tahun ke-5 Partai Persatuan Sosialis Jerman (Sozialistische Einheitspartei Deutschlands) di Berlin (1958). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ada kisah DN Aidit terkait sejarah Papua atau Irian Barat kala itu, Aidit sempat berkisah mengenai papua kepada wartawan Uni Soviet.

Geogri Afrin, mantan Koresponden TASS naungan Kantor Berita Uni Soviet saban hari mewawancarai Ketua Central Comite (CC) Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit soal nasib Papua atau disebut Irian Barat, saat itu.

Momentum itu memantik perhatian dunia, terlebih bagi negara-negara berhaluan Kiri.

Dalam wawancara, Aidit melayangkan gagasannya tentang memperjuangkan antikolonialisme dan penghapusan feodalisme.

Gagasan itu pun masuk dalam agenda kongres Partai Komunis sedunia.

"Mempersatukan dan memobilisasi rakyat Indonesia guna membebaskan wilayah negerinya yang masih dijajah kolonialis Belanda, yaitu Irian Barat," kata Aidit kepada Georgi, dilansir Harian Rakjat, 24 Oktober 1961.

Ini bukan kali pertama Aidit melancarkan propaganda demi pembebasan Irian Barat.

Hal yang sama pernah ia lantangkan saat resolusi Indonesia soal Irian Barat kandas dalam sidang Majelis Umum PBB.

Medio Desember 1954, Aidit berorasi soal hasil pemungutan suara atas konflik Irian Barat.

Ia meduduh Amerika Serikat sebagai pemimpin komplotan gelap yang menentang resolusi Irian Barat, dengan maksud terselubung.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved