Breaking News:

Bertahun-Tahun Tinggal di Gubuk Reyot Dapat Bantuan RLH,Burhan Bak Dapat Durian Runtuh,Ini Kisahnya

Burhan (50) bak mendapat durian runtuh bahkan ia menyebut seperti mimpi di siang bolong usai dapat bantuan RLH

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com
Kondisi rumah Burhan di Desa Silam Kampar sebelum dapat bantuan RLH. Bertahun-tahun tinggal di gubuk reyot. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Burhan (50) bak mendapat durian runtuh bahkan ia menyebut seperti mimpi di siang bolong usai dapat bantuan RLH. Bertahun-tahun Burhan ytinggal di gubuk reyot.

Pria berusia 50 tahun itu duduk termenung d idepan pintu gubuknya, Selasa (14/9/2021).

Tatapan matanya kosong, ia terus menatap ke halaman rumahnya yang pagi itu ramai disesaki tamu.

Burhan yang usianya sudah senja itu tinggal di gubuk reot berdinding papan diapit oleh pepohonan karet yang menjulang tinggi disisi kiri, kanan dan belakang rumahnya.

Burhan merupakan warga yang tinggal di desa Silam Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Jika ditempuh dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat, membutuhkan waktu lebih kurang satu jam perjalanan dari Kota Bangkinang atau sekitar 2,5 jam dari Kota Pekanbaru.

Digubuk yang hanya berukuran sekitar 3x3 meter itu, Burhan tinggal bersama dengan anak laki-laki semata wayangnya yang berusia sekitar 9 tahun.

Ia sudah lama berpisah dengan istrinya.

Burhan sehari-hari bekerja menyadap karet di kebunnya sendiri yang luasnya tidak sampai satu hektare.

Satu hari paling banyak Burhan bisa menyadap sekitar 10 kilogram karet, itu pun kalau hari tidak hujan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved