Breaking News:

Dituntut 1,5 Tahun, Ketua Koperasi, Mantan Napi Terdakwa KDRT di Kampar Beralih Status Tahanan Kota

Ketua koperasi di Kampar yang juga mantan napi dan jadi terdakwa KDRT beralih status tahanan kota, kok bisa nggak ditahan?

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
Tribunnew
Ilustrasi.Ketua koperasi di Kampar yang juga mantan napi dan jadi terdakwa KDRT beralih status tahanan kota, padahal dituntut 1,5 tahun penjara. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Ketua koperasi di Kampar yang juga mantan napi dan jadi terdakwa KDRT beralih status tahanan kota, kok bisa nggak ditahan?

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Desa Terantang Kecamatan Tambang yang sempat heboh pada Minggu (30/5/2021) lalu, sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Bangkinang.

Persidangan sudah sampai di agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kampar, Selasa (14/9/2021).

Terdakwa Hermayalis dituntut hanya 1,5 tahun dari ancaman maksimal 5 tahun sebagaimana termaktub dalam Pasal 44 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pengapusan KDRT.

Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang melepaskan Ketua Koperasi Iyo Basamo di Desa Terantang dari tahanan Rutan.

Padahal, semula Hermayalis ditahan dari kepolisian sampai kejaksaan.

Humas PN Bangkinang, Neli Gusti Ade yang dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Rabu (15/9/2021) menegaskan bahwa penahanan Hermayalis tidak dibantarkan. Melainkan dialihkan ke status tahanan kota.

"Terkait perkara tersebut tidak ada pembantaran. Tapi pengalihan penahanan dari Tahanan Rutan menjadi Tahanan Kota," ungkap Neli.

Adapun Ketua Majelis Hakim yang memeriksa perkara tersebut adalah Ferdi yang juga Humas di pengadilan ini.

Neli tidak bersedia menjawab alasan majelis hakim mengalihkan penahanan. Kewenangan menjawabnya di tangan majelis hakim yang menanganinya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved