Breaking News:

Jaksa Tak Tuntut Pidana Tambahan Terhadap Ketua Koperasi Sawit Pelaku Kasus KDRT di Kampar

Kasus KDRT di Kampar yang dilakukan Ketua Koperasi Sawit, jaksa tak memuntut pidana tambahan terhadap pelaku.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Kasus KDRT di Kampar yang dilakukan Ketua Koperasi Sawit, jaksa tak memuntut pidana tambahan terhadap pelaku. FOTO: Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kasus KDRT di Kampar yang dilakukan Ketua Koperasi Sawit, jaksa tak memuntut pidana tambahan terhadap pelaku.

Kejaksaan Negeri Kampar menuntut Hermayalis dengan 1,5 tahun penjara.

Tetapi jaksa tidak menuntut pidana tambahan terhadap pelaku kasus KDRT tersebut.

Satrio Aji Wibowo selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini, mengakui dalam surat tuntutan tidak memuat pidana tambahan.

"Dari yang saya baca, memang tidak ada (tuntutan pidana tambahan)," ungkapnya ketika dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Rabu (15/9/2021).

Pidana tambahan tersebut sesuai dengan Pedoman Nomor 1 Tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Jaksa Agung pada 21 Januari 2021.

Pedoman tersebut tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak dalam Penanganan Perkara Pidana.

Pada Bab VII halaman 29 dalam pedoman ini, terdapat lima poin yang memerintahkan jaksa mencantumkan pidana tambahan konseling.

Jaksa juga diminta mencantumkan tuntutan pidana tambahan pembatasan gerak paling dekat 100 meter dari korban dan paling singkat 1 bulan dan paling lama 1 tahun.

Terkait tuntutan yang jauh lebih rendah dari ancaman maksimal 5 tahun, Aji mengklaim sudah tinggi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved