Breaking News:

Jaksa Tak Tuntut Pidana Tambahan Terhadap Ketua Koperasi Sawit Pelaku Kasus KDRT di Kampar

Kasus KDRT di Kampar yang dilakukan Ketua Koperasi Sawit, jaksa tak memuntut pidana tambahan terhadap pelaku.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Kasus KDRT di Kampar yang dilakukan Ketua Koperasi Sawit, jaksa tak memuntut pidana tambahan terhadap pelaku. FOTO: Ilustrasi 

Ini didasari fakta selama persidangan.

Ia tidak menampik pengakuan korban yang sering diancam dibunuh dan beberapa kali mengalami kekerasan fisik sejak lama.

"Pertimbangannya (tuntutan 1,5 tahun) sesuai fakta persidangan. Itu sebenarnya sudah termasuk tinggi," kata Aji.

Lalu terkait pengalihan status penahanan Hermayalis dari tahanan rutan menjadi tahanan kota, Aji tidak banyak berkomentar.

Sebagai JPU, kata dia, mesti menghormati penetapan majelis hakim selama persidangan.

JPU membacakan surat tuntutan pada persidangan di Pengadilan Negeri Bangkinang, Selasa (14/9/2021).

Hermayalis dituntut hanya 1,5 tahun, jauh bdi bawah ancaman maksimal 5 tahun sebagaimana termaktub dalam Pasal 44 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pengapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Anehnya lagi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkinang melepaskan Ketua Koperasi Iyo Basamo di Desa Terantang yang menguasai 425 hektare Kebun Kelapa Sawit itu, dari tahanan Rutan sejak 7 September lalu.

Padahal, semula Hermayalis ditahan dari kepolisian sampai kejaksaan.

Humas PN Bangkinang, Neli Gusti Ade yang dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Rabu (15/9/2021), menegaskan bahwa penahanan Hermayalis tidak dibantarkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved