Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Ada yang Main Belakang, Wakil Ketua DPRD Kampar Ungkap Permainan Penerima Bantuan RLH

Pihaknya berharap kedepan tidak lagi ada permainan dalam pengusulan nama-nama penerima bantuan RLH

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-- Wakil DPRD Kampar, Repol mengungkapkan persoalan yang dialami Pak Burhan warga Desa Silam, Kampar yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan Rumah Layak Huni (RLH) meskipun namanya sudah diajukan banyak ditemukan di Kampar.

"Yang seperti itu bukan satu atau dua kasus saja, tapi banyak kalau betul-betul kita inventarisir," kata Repol usai mendampingi Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meninjau pembangunan RLH di rumah Burhan warga Desa Silam, Kampar.

"Sudah lah, jangan lagi kita main belakang, karena ada kedekatan emosional mereka diusulkan, karena saya banyak mendapatkan laporan yang mendapat bantuan RLH orang yang mampu, karena dia dekat, dan lobi-lobinya masuk," ujar Repol membocorkan buruknya pendataan usulan penerima bantuan RLH di Riau, khususnya di Kabupaten Kampar, Rabu (15/9/2021).

Pihaknya berharap kedepan tidak lagi ada permainan dalam pengusulan nama-nama penerima bantuan RLH.

Sebab usulan tersebut dilakukan secara berjenjang dari desa hingga ke Provinsi.

"Kedepan jangan sampai hal-hal semacam ini terjadi lagi.

Harus ada skala prioritas dan harus disisir dengan betul-betul, supaya tidak ada lagi warga yang tidak mampu terlewatkan, karena usulannya kan masuk dari desa, diteruskan ke camat, kemudian ke Kabupaten lalu ke provinsi," katanya.

Repol tidak menapik, masih banyak praktik-praktik kotor yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk bisa meloloskan nama-nama para penerima bantuan RLH.

Mereka menggunakan kekuasaan dan kewenangannya untuk memasukkan nama tidak melalui prosedur yang ada.

Sehingga ada hak-hak warga miskin yang dikesempingkan karena ada nama lain yang disiapkan di tengah jalan.

"Kadang-kadang ada yang main belakang, mereka datang sendiri menyodorkan nama, ini kedepan tidak boleh lagi terjadi lagi.

Ada juga yang mencari-cari kebawah, sementara yang diusulkan desa tidak diakomodir, yang seperti ini banyak," ujar Repol.

(Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved