Breaking News:

BREAKING NEWS: Bayi Malang di Rohul Dihabisi Tetangga Setelah Orang Tuanya Minta Air Pada Pelaku

Nasib nahas menimpa seorang bayi malang di Rohul, diambil dari ayunan lalu dihabisi tetangga setelah orang tuanya meminta air pada pelaku.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Polres Rohul
Nasib nahas menimpa seorang bayi malang di Rohul harus kehilangan nyawa dihabisi tetangga setelah orang tuanya meminta air pada pelaku. FOTO: Pelaku dan barang bukti berupa kapak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Nasib nahas menimpa seorang bayi malang di Rohul harus kehilangan nyawa dihabisi tetangga setelah orang tuanya meminta air pada pelaku.

Sadis dan keji pantas disematkan kepada ulah Yasuto Lapau Sindondo, warga Desa Rantau Benuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Ia menghabisi nyawa seorang bayi berusia tujuh bulan berinisial DHS, yang merupakan anak dari tetanggnya, hanya karena persoalan sepele.

Hanya gara-gara orangtua bayi DHS meminta air, tersangka entah dirasuki setan apa melakukan perbuatan kejinya.

Tersangka meletakkan korban di tanah kemudian mengayunkan kapak ke bagian perut korban sebanyak dua kali.

Korban pun meninggal dunia.

Baca juga: Suami Nekat Habisi Nyawa Istri Hanya Karena Masalah Ekonomi

Baca juga: Setelah Habisi Ayah dan Abang, Arsyad Bersujud di Hadapan Jasad Sang Bapak

Humas Polres Rohul Aipda Mardiono, dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Kamis (16/9/2021), mengatakan, pelaku berhasil ditangkap setelah sempat melarikan diri.

Keterangan Aipda Mardiono, kasus pembunuhan sadis ini terjadi pada 15 September 2021 di Barak Opung Koperasi Rokan Jaya, Desa Rantau Benuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, Rohul.

Pagi itu ibu korban mendatangi rumah tersangka untuk meminta air.

Di rumah itu dia bertemu dengan Yasuto.

Saat diminta air, bukannya memberi, Yasuto, karyawan Koperasi Rokan Jaya marah.

Dia bertanya apakah di rumah korban tidak ada air sehingga harus meminta padanya.

Nodieli Hia, ayah korban yang mendengar pernyataan tersangka menjawab kalau air di rumahnya masih panas.

Pelaku langsung bereaksi mengambil kapak dari dalam rumah.

Diapun langsung mengejar ayah korban dengan senjata tajam tersebut, Nodieli pun kabur menyelamatkan diri.

Sementara ibu korban lari ke dalam rumah.

Masih memegang kapak, Yasuto mendatangi rumah korban.

Kemudian tersangka mengayukankan kapak ke pintu rumah korban beberapa kali yang saat itu terkunci.

Mengetahui itu, Herni pun melarikan diri.

Nahas, bayi malang tersebut masih tertinggal dalam rumah.

Tersangka langsung mengambil anak korban yang saat itu masih tertidur di ayunan.

Bayi tak berdosa ini dibawanya ke halaman rumah korban dan dihabisinya. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved