Breaking News:

Gadis Remaja Di Banyumas Digilir Ayah Dan Abang Kandung, Ayah Dapat Jatah Buka Segel

Bapaknya yang pertama kali melakukan perbuatan itu sejak korban berusia 12 tahun. Korban sekarang kelas 3 SMP

TNP Photo Illustration: Jeremy Long
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bukannya menjaga putrinya dari kejahatan, seorang ayah di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah malah menjadikan putri kandungnya sebagai korban kebiadabanya.

Pria berinisial WTM (46) itu tega menggauli putri kandungnya sendiri yang berinisial AJ (14). 

Tak hanya WTM, AJ juga digauli oleh abang kandungnya yang berinisial SA (18). 

Namun, WTM tak mengetahui jika putranya itu juga menggauli AJ. 

Begitu juga SA, ia tak mengetahui jika ayahnya itu telah menggauli AJ.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry mengatakan, AJ menjadi korban rudapaksa WTM dan SA (18) selama puluhan kali di rumahya sendiri.

"Bapaknya yang pertama kali melakukan perbuatan itu sejak korban berusia 12 tahun. Korban sekarang kelas 3 SMP," kata Berry kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (16/9/2021).

Berry menjelaskan, perbuatan tersebut tidak dilakukan secara bersama-sama.

"Pelaku ini enggak saling tahu melakukan perbuatan itu. Korban ini tidur sendirian, di rumah itu ada tiga kamar," ujar Berry.

Berry mengatakan, bapak korban tega melakukan perbuatan tersebut karena mengaku selama dua tahun terakhir tidak pernah berhubungan dengan istrinya.

"Sejak istrinya hamil anak yang terakhir, sekarang anaknya usia 2 tahun, pelaku tidak pernah berhubungan lagi dengan istrinya. Mereka tinggal satu rumah," kata Berry.

Sementara kakak korban mengaku melakukan perbuatan itu karena kerap menonton film porno.

Berry mengatakan, kedua pelaku telah diamankan di Satreskrim Polresta Banyumas.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved