Video Berita
VIDEO: Harta Ketua DPRD Kampar Minus, Mahasiswa Galang Donasi di Jalanan
"Hari ini terkumpul hanya 2.000 di depan Balai Bupati," ungkap Ketua HMOK, Hadi. Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada Faisal.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: David Tobing
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Ketua DPRD Kampar, M. Faisal yang melaporkan hartanya minus memantik reaksi dari kalangan mahasiswa.
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kampar menggelar aksi penggalangan dana, Kamis (16/9/2021).
Aksi penggalangan dana ini digelar pertama sekali di Gedung DPRD Kampar, Kamis siang. Tetapi aksi mereka dihadang oleh petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja.
Lalu aksi mereka pindah ke bundaran Balai Bupati Kampar. Mereka membawa kardus yang disodorkan kepada pengguna jalan yang melintas di depan Balai Bupati, Bangkinang Kota.
"Hari ini terkumpul hanya 2.000 di depan Balai Bupati," ungkap Ketua HMOK, Hadi kepada Tribunpekanbaru.com.
Ia menilai, masyarakat Kampar tampaknya belum bersimpati.
Aksi serupa, kata dia, rencananya akan digelar sampai Selasa (21/9/2021) depan.
Jika simpati masyarakat di Kampar masih minim, mereka berencana menggelar aksi di Pekanbaru.
Hadi mengaku tidak dapat menargetkan dana yang digalang akan menutupi minusnya harta Faisal. Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada Faisal.
"Kita akan konfirmasi dulu apakah Ketua DPRD mau menerimanya atau tidak. Kalau nggak mau, kita serahkan kepada masyarakat yang juga membutuhkan," kata Hadi.
Hadi yang memimpin aksi ini mengaku prihatin dengan kondisi harta Ketua DPRD Kampar, M. Faisal yang ternyata minus. Ini diketahui HMOK dari data yang mereka peroleh.
Ia menyebutkan bahwa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) M. Faisal ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minus Rp. 236.181.531.
"Tentu kami sangat terkejut. Sekaligus prihatin jika memang benar harta Ketua DPRD ternyata minus," ungkap Hadi.
Ditanya apakah aksi ini semacam satire, Hadi menyerahkan penilaian kepada masyarakat. Ia menyatakan, HMOK hanya ingin menggalang keprihatinan masyarakat karena harta pimpinan wakil rakyatnya minus.
"Sepertinya wabah carona ini tidak hanya berdampak kepada masyarakat menengah ke bawah. Tetapi juga berdampak kepada pejabat, terutama Ketua DPRD Kampar," ujar Hadi.
Hadi juga berharap agar kondisi ini menjadi perhatian Dinas Sosial. Pemerintah dapat memberi bantuan melaui skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH). "Setidaknya bisa membantu hutang yang dipikul," tutur Hadi.
Harta defisit Faisal diketahui dari Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilihat Tribunpekanbaru.com, Kamis (9/9/2021). Ia memiliki total harta minus Rp. 236.181.531.
Politis Partai Gerindra ini tercatat melaporkan hartanya tanggal 20 Maret 2021. Untuk pelaporan periodik sampai tahun 2020.
Faisal melaporkan Tanah dan Bangunan hanya Rp. 25 juta. Tanah dan bangunan itu 900 meter persegi/100 meter persegi yang berlokasi di Kampar.
Faisal juga memiliki Alat Transportasi dan Mesin senilai Rp. 207.500.000. Terdiri dari Sepeda Motor Honda Beatstreet tahun 2018 dari hasil sendiri senilai Rp. 8.500.000, Mobil Honda Freed tahun 2015 dari hasil sendiri senilai Rp. 150 juta. Ia juga memiliki sepeda motor mewah merk Vespa Aprint 1 Get 150 A tahun 2020 senilai Rp. 49 juta.
Harta bergerak lainnya senilai Rp. 22.100.000. Kas dan setara kas Rp. 92 juta. Ia tidak memiliki surat berharga. Maka subtotal hartanya sebesar Rp. 346.600.000.
Tetapi Faisal melaporkan memiliki hutang sebesar Rp. 582.781.531. Hutang lebih besar dari hartanya. Sehingga hartanya minus Rp. 236.181.531.
Pada awal memimpin DPRD, Faisal belum memiliki motor Vespa. LHKPN yang dibuatnya 15 April 2019 untuk periode hingga 2018, ia baru memiliki alat transportasi dan mesin berupa motor Honda Beatstreet dan mobil Honda Freed sejumlah Rp. 233 juta.
Ia juga memiliki tanah dan bangunan dengan ukuran yang sama seperti tahun 2020 senilai Rp. 20 juta. Hutangnya di tahun 2018 masih Rp. 128.612.951. Total hartanya sebelum menjabat Ketua DPRD surplus sebesar Rp. 236.287.049.
Harta Faisal di tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan 2018. Hanya ada penambahan nilai pada tanah dan bangunan serta penyusutan nilai alat transportasi dan mesin.
LHKPN yang dibuatnya pada 11 Maret 2020, ia memiliki nilai hutang pada 2019 sama dengan 2018. Total harta Faisal di tahun pertama memimpin DPRD Kampar berkurang menjadi Rp. 169.487.049.
Faisal adalah politisi yang sudah duduk sebagai Anggota DPRD Kampar tiga periode. Dimulai dari periode 2009-2014. Pada periode keduanya, 2014-2019, ia pernah menjabat Wakil Ketua DPRD.
(Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)