Breaking News:

Ada Sekolah di Kuansing Mirip Bangunan Sekolah Laskar Pelangi, Mardianto Manan Kaget: Prihatin

Ada sekolah di Kuansing yang bangunannya mirip di Laskar Pelangi, seihngga membuat anggota DPRD Riau Mardianto Manan terkejut.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Istimewa
Ada sekolah di Kuansing yang bangunannya mirip di Laskar Pelangi, seihngga membuat anggota DPRD Riau Mardianto Manan terkejut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ada sekolah di Kuansing yang bangunannya mirip di Laskar Pelangi, seihngga membuat anggota DPRD Riau Mardianto Manan terkejut.

Bangunan sekolah tersebut kondisinya menyedihkan, mirip dengan gedung sekolah pada film "Laskar Pelangi" kala itu.

Bangunan sekolah yang berada di Desa Sako Pangean Kecamatan Pangean Kuansing ini kondisinya sangat memprihatinkan dan terancam roboh.

Berdindingkan papan yang sudah mulai lapuk dan mulai roboh, sementara atapnya juga sudah mulai banyak yang bocor, sedangkan isi di dalam ruangan belajar juga tidak memadai.

Ada sekolah di Kuansing yang bangunannya mirip di Laskar Pelangi, seihngga membuat anggota DPRD Riau Mardianto Manan terkejut.
Ada sekolah di Kuansing yang bangunannya mirip di Laskar Pelangi, seihngga membuat anggota DPRD Riau Mardianto Manan terkejut. (Istimewa)

Sehingga menurut Mardianto Manan, gedung sekolah tersebut mirip dengan gedung sekolah SD Muhammadiyah yang ada pada film Laskar Pelangi di Belitung.

"Kami hanya mampir setelah reses dan itu sekolah MI madrasah ibtidaiyah setingkat SD, Bangunan ini sangat memprihatinkan sekali, saya justru takut roboh semasa anak sedang belajar," ujar Mardianto Manan.

Sehingga bila sudah terjadi menurut Mardianto Manan, baru muncul rasa tersentak hati dan saling menyalahkan.

"Jangan sempat terjadi itu di kemudian hari. Makanya kepala sekolahnya waktu saya reses minta agar ditinjau dan mohon bantuan. Dia minta dibantu kemanapun bisa kata ibu kepala sekolahnya yang penting dibantu,"ujar Mardianto Manan.

Kepala Sekolah tersebut menurut Mardianto Manan sangat tulus dalam pendidikan di daerah tersebut.

"Seorang ibu yang sedih anaknya sekolah dengan gedung seadanya dan memprihatinkan, tapi sedih pula sekolah mati, kemana mereka belajar ilmu dan dan agama lagi, kata sang ibu kepala sekolah sambil berlinang airmata"ujar Mardianto Manan.

Cuma dalam kesempatan itu, Mardianto Manan mengaku tidak bisa minta dianggarkan Provinsi karena ini instansi vertikal dananya dari APBN.

"Namun kita berharap agar diperhatikanlah bangunan sekolah ini, dan berharap pemangku kebijakan memperhatikan masa depan anak ini,"ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved