Breaking News:

Sebut Tak Setor Ke Penjaga Tahanan, Napi Di Lapas Tanjung Gusta Ngaku Dipukuli, Ini Kata Kalapas

Seorang Napi di Lapas Tanjung Gusta, Medan mengaku dipukuli karena tak setor sejumlah uang ke penjaga tahanan.

Facebook Batak Media
Napi Lapas Taanjung Gusta di Medan luka lebam mengaku dipukuli penjaga tahanan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penjaga tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tanjung Gusta Medan diterpa isu pemerasan terjadap para Napi.

Seorang Napi di Lapas Tanjung Gusta, Medan mengaku dipukuli karena tak setor sejumlah uang ke penjaga tahanan.

Pengakuan Napi tersebut direkam dan diunggah dalam media sosial. 

Dalam video tersebut, seorang Napi melepaskan bajunya dan memperlihatkan punggungnya yang penuh dengan luka memar. 

Luka lebam Napi tersebut direkam oleh Napi lainnya sembari mengatakan ''Ini lah tindakan pegawai Lapas Kelas 1 Medan. kami bukan binatang, kami manusia, Pak," kata perekam sambil memperlihatkan lengan rekannya yang juga lebam akibat pukulan benda tumpul.

"Kami dikereng sampai bertahun-tahun di sini, Karena kecil aja kami diminta uang Rp 30 juta, Rp 40 juta baru bisa keluar. Kalau enggak, kami dipukuli seperti ini kalau nggak ngasih uang," sambil mengarahkan kameranya ke dada rekannya yang juga lebam.

Video yang diunggah di akun Facebok Batak Media pada Sabtu (18/9/2021) pukul 16.07 WIB itu pun mendapat 536 komentar dan 83 ribu tayang.

Warganet pun ramai-ramai menghujat para penjaga tahanan Lapas Tanjung Gusta.

Mereka mengecam tindakan penjaga tahanan yang melakukan penganiayaan tersebut tidak manusiawi.

Sebagian waganet lainnya menyarakan Napi tersebut bersabar dan balas dendam saat ia keluar nanti.

"Tandai aja mukanya keluar dri situ lgsg temui klu disitu msh kalah kalian" tulis warganet dengan akun berinisial SM.

Semenara warganet lainnya mengatakan semua yang dialami Napi adalah konseksuensi ketika berada di dalam penjara dan harus kuat menghadapinya.

Menurutnya, semua itu adalah risiko yang harus diterima para Napi yang telah melakukan kejahatan saat masih berada di lingkungan masyarakat.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno menjelaskan, video tersebut memang direkam di Lapas Tanjung Gusta.

Namun, dirinya membantah tudingan soal dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum sipir lapas kepada para napi.

 "Kalau masalah yang minta uang itu jelas tidak benar, karena itu memang tempat sel yang khusus untuk orang-orang melakukan pelanggaran atau dianggap risiko tinggi. Jadi untuk sementara saya nyatakan itu tidak benar," ucapnya.

Erwedi menjelaskan, saat ini pihaknya bersama dengan kakanwil Kemenkumham Sumut tengah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait video viral tersebut.

"Kami sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Kami nyatakan benar video itu di Lapas Kelas 1 Medan. Tapi kami sedang melakukan pemeriksaan bersama tim dari Kanwil Kemenkumham Sumut, seperti apa kejadian tersebut. Semoga nanti diperoleh hasilnya segera," katanya, dikutip dari Tribun Medan.
(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved