Breaking News:

Corona Singapura Mengganas, Masyarakat Tersiksa, Kasus Harian Ribuan, Gegera Berkawan Sama Covid-19?

Setelah nyatakan hidup damai dengan Covid-19, Singapura kini harus menghadapi kenyataan yang bikin warga 'tersiksa'.

Ist
Warga Singapura keluar rumah dengan mengenakan masker. Singapura pernah menyatakan hidup damai dengan corona 

“Ini adalah hari ke 26 dari gelombang arus. Kasus harian, seperti yang kami duga, telah berlipat ganda setiap minggu dari 100 menjadi 200, menjadi 400, dari 400 menjadi 800, dan sekarang dalam siklus penggandaan keempat," kata Ong, seperti dikutip Channel News Asia.

“Saya pikir, mari bersiap untuk kemungkinan melewati angka 1.000 segera. Itu tidak terduga, itu adalah perilaku khas dari gelombang transmisi yang biasanya memuncak antara empat dan hingga delapan minggu, atau 30, 40, kadang-kadang 50 hari,” ujarnya

Menurut Ong, hal ini wajar bagi negara yang memutuskan hidup dengan virus Corona, artinya mereka harus siap menerima 'gelombang penularan besar'.

"Ini hampir seperti ritus peralihan, sebelum manusia dan virus mencapai keseimbangan baru dan keadaan menjadi stabil," sebut dia.

Namun Ong juga khawatir karena gelombang infeksi Singapura 'berbeda' dari yang dialami negara lain.

“Yang lain sayangnya menghadapi gelombang seperti itu di awal pandemi, menimbulkan banyak korban.

Bagi kami, kami akan melalui ini hanya setelah kami sepenuhnya memvaksinasi sekitar 80 persen dari populasi kami," katanya.

Rata-rata jumlah kasus Covid-19 di Singapura meningkat dengan tidak wajar.

Dari 146 kasus per hari dua pekan lalu, menjadi 682 kasus per hari sepekan terakhir seperti diungkapkan Kementerian Kesehatan Singapura.

Meski begitu jumlah kasus berat terhitung rendah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved