Breaking News:

Tribun Photo

Foto : Kadis Kesehatan Kepulauan Meranti Ditahan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Misri Hasanto pakai baju tahanan tangan terborgol saat digiring petugas Ditreskrimsus Polda Riau

Penulis: Dodi Vladimir | Editor: Nurul Qomariah
Foto : Kadis Kesehatan Kepulauan Meranti Ditahan - kadiskes-kep-meranti-ditahan2.jpg
TRIBUNPEKANBARU/DODI VLADIMIR
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Misri Hasanto digiring petugas Ditreskrimsus Polda Riau, Senin (20/9/2021).
Foto : Kadis Kesehatan Kepulauan Meranti Ditahan - kadiskes-kep-meranti-ditahan1.jpg
TRIBUNPEKANBARU/DODI VLADIMIR
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Misri Hasanto digiring petugas Ditreskrimsus Polda Riau, Senin (20/9/2021).
Foto : Kadis Kesehatan Kepulauan Meranti Ditahan - kadis-kep-meranti-ditahan.jpg
TRIBUNPEKANBARU/DODI VLADIMIR
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Misri Hasanto memakai baju tahanan dengan tangan terborgol saat digiring petugas Ditreskrimsus Polda Riau, Senin (20/9/2021).

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Misri Hasanto menggunakan baju tahanan dengan tangan terborgol saat digiring petugas Ditreskrimsus Polda Riau, Senin (20/9/2021).

Misri ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Riau karena diduga terlibat penyalahgunaan jabatan.

Ia diduga memungut biaya rapid tes antigen yang harusnya itu jatah RSUD di Kepulauan Meranti malah digunakan untuk mengeruk uang masyarakat demi kepentingan pribadi.

Penanganan kasus ini bermula dari adanya laporan salah satu organisasi masyarakat di Kepulauan Meranti.

Laporan itu terkait temuan dugaan penyalahgunaan wewenang serta dugaan korupsi oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Adapun temuan tersebut diantaranya dugaan pungutan biaya rapid test dan rapid antigen ilegal. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 87 yang sesungguhnya hanya untuk BLUD RSUD.

Tetapi, digunakan oknum pegawai Diskes sebagai dasar mengambil uang masyarakat atas jabatannya.

Selain itu, ada dugaan penyimpangan dana Covid-19 yaitu dana yang bersumber dari dana refocursing, bantuan dana tidak terduga (BTT) senilai Rp1 miliar tahun 2020/2021.

Kemudian, pengadaan alat rapid test, belanja perlengkapan medis dan APD senilai Rp1,5 miliar dan pengadaan APD Masker kain bersama tim Puspa senilai Rp250.000.000.

Kasus tersebut sebelumnya ditangani oleh Polres Kepulauan Meranti. Saat perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan, penanganan diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

(www.tribunpekanbaru.com / Doddy Vladimir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved