Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Komisi III DPRD Pekanbaru Hearing dengan Disdik, Ini yang Dibahas

Komisi III DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (hearing), dengan Disdik Pekanbaru Disdik Pekanbaru, Senin

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Suasana hearing Komisi III DPRD Pekanbaru dengan Disdik Pekanbaru, terkait PPDB dan sekolah tatap muka, Senin (20/9/2021) di ruangan Banmus DPRD. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi III DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (hearing), dengan Disdik Pekanbaru Disdik Pekanbaru, Senin (20/9/2021) di ruangan Banmus DPRD. 

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III Yasser Hamidy, di dampingi Wakil Ketua H Ervan, Sekretaris Komisi Jepta Sitohang, serta anggota Komisi III lainnya Zulkarnain, Pangkat Purba, dan Suherman.

Sementara dari Disdik, diwakili Sekretaris Disdik Pekanbaru Muzailis, serta para kepala bidang.

Komisi III DPRD yang membidangi masalah pendidikan melihat, bahwa selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka, sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh DPRD Pekanbaru.

"Pembelajaran tatap muka ini merupakan masukan dari masyarakat, dan selama penerapan harus tetap dilakukan evaluasi," kata Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru, Jepta Sitohang.

Disampaikannya, untuk belajar tatap muka tersebut, dalam satu hari, proses belajar mengajar akan dibagi menjadi dua sesi. Yang mana dalam satu sesi pembelajarannya berdurasi selama dua jam.

Politisi perempuan Partai Demokrat ini juga tak menampik, bahwa untuk melakukan pembelajaran dengan sistem ini, ada beberapa sekolah yang kapasitas sekolahnya tidak memadahi.

"Yang belum melaksanakan sekolah tatap muka ada beberapa sekolah swasta, karena mungkin masih mempertimbangkan protokol kesehatan," katanya.

Sekretaris Disdik Pekanbaru Muzailis mengatakan, pembahasan dalam hearing tersebut fokus pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021, serta sekolah tatap muka terbatas.

"Kalau untuk PPDB tidak ada masalah. Bahkan Komisi III memberikan apresiasi, bahkan laporan negatif dari masyarakat juga tidak ada," katanya usai hearing.

Sementara untuk sekolah tatap muka terbatas sendiri, Disdik Pekanbaru sudah melaksanakannya secara bertahap, yakni dimulai sejak 9 September lalu sampai sekarang.

Disdik sengaja melakukan bertahap sekolah tatap muka ini, karena harus melakukan pengecekan ke semua sekolah, tentang pelaksanaan prokes.

"Makanya sekarang semua sekolah negeri SD dan SMP di bawah naungan Disdik Pekanbaru, sudah sekolah semua. Tinggal lagi sekarang beberapa sekolah swasta yang belum melaksanakan. Karena mereka harus memastikan penerapan prokes benar-benar terjamin," terangnya lagi.

Disinggung mengenai vaksin bagi siswa-siswi, Muzailis menegaskan, bahwa vaksin untuk siswa-siswi baru sekadar anjuran. Dari jumlah siswa-siswi SD dan SMP di Pekanbaru 24.000 orang, baru sekitar 6.000 yang divaksin. Yang wajib sekarang itu para guru.

"Suatu saat nanti mungkin wajib (untuk pelajar). Sama dengan guru kemarin, awalnya tak wajib. Sekarang wajib. Kita tunggu saja," sebutnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved