Breaking News:

Dugaan Korupsi Pengadaan BBM Dinas Perkim Rohul, Pemeriksaan Tengah Berlangsung

Penyidik Polres Rokan Hulu mulai mengusut dugaan korupsi pengadaan BBM Dinas Perkim Rokan Hulu.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Penyidik Polres Rokan Hulu mulai mengusut dugaan korupsi pengadaan BBM Dinas Perkim Rokan Hulu. FOTO ILUSTRASI - Kasus korupsi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Penyidik Polres Rokan Hulu mulai mengusut dugaan korupsi pengadaan BBM Dinas Perkim Rokan Hulu.

Dugaan korupsi yang dimaksud adalah pada kegiatan belanja BBM dan belanja sewa sarana mobilitas darat yang bersumber dari APBD 2020.

Dalam proses penyelidikan ini, sejumlah saksi sudah menjalani pemeriksaan, termasuk pihak swasta sebagai pemasok BBM.

Paur Humas Polres Rokan Hulu Aipda Mardiono yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut dan hingga kini pemeriksaannya masih berlangsung.

"Benar. Pemeriksaannya tengah berlangsung sejak beberapa waktu belakangan dan beberapa pihak sudah kita panggil terkait permintaan keterangan dan pengumpulan bahan," kata Mardiono, Senin (20/9).

Dikatakan, pemeriksaan sudah dilakukan terhadap beberapa pihak yang tidak bisa diterangkan secara merinci, termasuk saksi dari pihak swasta selaku kontraktornya.

"Berhubung proses perkara sedang dalam tahapan pemeriksaan dan belum gelar perkara. Maka, kita tak bisa bicara lebih banyak terkait hal tersebut," tambahnya.

Namun dari informasi yang dirangkum di lapangan, sejumlah pihak yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangannya adalah PPK, PPTK dan pihak swasta sebagai pemasok BBM, Josua Tobing, Direktur PT Esa Riau Berjaya.

Terpisah, Kadis Perkim Rokan Hulu Herry Islami mengatakan, dirinya sudah dipanggil sebanyak dua kali oleh Penyidik Polres Rokan Hulu.

"Saya terakhir dipanggil Selasa minggu lalu. Sebagai pihak yang dipanggil, saya penuhi panggilan sebagai kewajiban," katanya kala dijumpai Selasa (21/9).

Dia menerangkan, pihaknya belum mengetahui hasil dari penyelidikan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian.

"Bagaimana hasilnya ya kita belum tahu. Kita serahkan pada pihak kepolisian saja," tambahnya.

Begitu juga terhadap Josua Tobing, Direktur PT Esa Riau Berjaya, tidak menjawab konfirmasi wartawan.

Sementara itu, di tempat terpisah, LSM Komisi Indonesia Bersatu (KIB) Provinsi Riau, minta perkara ini benar-benar di proses sampai tuntas.

"Kita percaya kepada penyidik kepolisian untuk bisa menangani pengusutan ini hingga tuntas sampai ke meja hijau. Siapa oknum pelakunya, harus mendapat hukuman setimpal," ujar Ketua LSM KIB Riau, Sukardi. (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved