Breaking News:

Menakar Peluang Koalisi Golkar Dengan Gerindra, Hanura dan NasDem di Pilpres

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sejauh ini bisa dibilang paling terkonfirmasi sebagai tokoh potensial untuk Pilpres 2024

Editor: rinalsagita
Istimewa
Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyatakan, dinamika kontestasi menjelang Pemilu 2024 masih berjalan dinamis.

Dedi menilai sosok Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sejauh ini bisa dibilang paling terkonfirmasi sebagai tokoh potensial untuk Pilpres 2024.

“Selain karena soliditas internal Partai Golkar (mengusung Airlangga sebagai capres), juga dukungan elite yang mengarah pada restu Airlangga untuk maju,” ujarnya, Selasa (21/9).

Dedi menilai koalisi benang kuning, menyatukan partai beringin dengan sejumlah partai yang memiliki embrio Golkar, untuk Pemilu 2024 memungkinkan terjadi. Terdapat potensi poros baru antara Golkar, Gerindra, NasDem, juga Hanura.

“Daya tarik Airlangga saya pikir akan berlanjut pada pembicaraan koalisi, terutama partai politik berembrio Golkar, yakni Gerindra, NasDem, dan Hanura. Tentu dengan tawaran tokoh utamanya Airlangga sendiri,” tutur Dedi.

Dedi menilai jika komunikasi berhasil membentuk poros baru, yakni koalisi benang kuning, bukan hal sulit untuk keempat partai memenangi kontestasi Pemilu 2024.

Saya rasa bukan persoalan sulit bagi koalisi benang kuning untuk memenangi Pemilu 2024, terlebih Gerindra dan Golkar hingga hari ini cukup kuat posisi popularitas dan elektabilitasnya. Berbeda dengan partai lain yang cenderung dinamis, termasuk PDI-P sekalipun,” ujar Dedi

Sementara Juni lalu, Airlangga membenarkan telah membangun komunikasi dengan sejumlah partai, termasuk menggelar pertemuan dengan petinggi partai politik, seperti Prabowo Subianto dan Surya Paloh. Airlangga menyatakan memiliki frekuensi yang sama dengan Gerindra dan NasDem.

Kita punya kedekatan ideologi dan perkawanan, dan tentunya frekuensinya juga mirip. Tentu ini ada garis yang bisa didorong untuk bekerja sama," ucap Airlangga kala itu. (ADV)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved