Breaking News:

Lawan Covid 19

Pemerintah Sebut Kasus Covid-19 Turun, Namun Masyarakat Diminta Tidak Lengah

kasus Covid-19 di Indonesia turun drasti pasca pemberlakuan PPKM, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada

Editor: rinalsagita
Gambar oleh visuals3Dde dari Pixabay
Kasus Covid-19 di Indonesia terus turun pasca pemberlakukan PPKM beberapa waktu lalu. Namun masyarakat diminta untuk tetap waspada 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting menyebutkan, kasus covid-19 di Indonesia turun drastis pasca pemberlakukan PPKM.

Hal ini bisa dilihat dari ketersediaan ruang di rumah sakit.

Menurut Alex, kapasitas bed occupancy rate (BOR) yang tadinya terisi hingga 90 persen, kini berada di bawah 20 persen.

Kasus aktif, kata Alex pun turun di bawah 10.000.

"Jawa Bali tidak ada PPKM level 4, yang ada level 3 dan level 2. Pada level 3, menyatakan bahwa angka konfirmasi kasus 50-100 per seratus. Lalu rawat inap juga antara 10-30 perseratus ribu penduduk per minggu," ungkapnya dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).

Hal ini menurut Alex menjadi pertanda sudah banyak perbaikan.

Walaupun di luar Jawa-Bali masih ada 10 daerah yang masih PPKM level 4, yaitu di daerah Kalimantan Timur, dan beberapa daerah di Aceh serta Sumatera Utara.

"Kita bisa melihat PPKM bisa menurunkan mobilitas. PPKM berlevel bisa meningkatkan kinerja posko PPKM di tingkat desa dan kelurahan. PPKM ini juga merupakan pengawasan lebih dekat dengan prilaku masyarakat dalam menjalankan prokes," kata Alex lagi.

Ia menambahkan, usai lonjakan kasus aktif beberapa waktu lalu, kasus menurun hingga 56 persen.

Hal ini membuat Indonesia berada dalam 10 besar negara di dunia yang berhasil menurunkan angka covid secara signifikan.

Namun menurut Tim Marketing dan Komunikasi Gerakan Pakai Masker (GPM), Fardila Astari, masyarakat tetap harus waspada. Walaupun memang ada penuruan kasus secara signifikan.

Apalagi sebagian masyarakat ada yang merasa eforia terhadap penurunan kasus. Sehingga lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Misalnya jalan ke Bogor, saat penurunan level, mulai banyak masyarakat keluar restoran, ke tempat wisata. Melihat sendiri bahwa mulai ada kelalaian dan kelengahan," ungkapnya dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).

Oleh karena itu, GPM kata Fardila melakukan kampanye 'Perkuat Diri Jaga Negeri'. Kampanye ini berisikan ajakan pada masyarakat untuk menjaga dan mengawal bersama terhadap prokes.
"Dengan kampanye Perkuat Diri Jaga Negeri, kita dorong masyarakat untuk terus patuh menjaga prokes," katanya lagi. ( Tribunpekanbaru.com )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved