Breaking News:

PPKM Dumai Turun ke Level 2, Ini SE Pedoman yang Dikeluarkan Satgas Covid-19

PPKM Dumai turun ke level 2, Satgas Covid-19 Dumai mengeluarkan suratedaran SE Pedoman PPKM level 2.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
foto/istimewa
PPKM Dumai turun ke level 2, Satgas Covid-19 Dumai mengeluarkan suratedaran SE Pedoman PPKM level 2. FOTO: Kegiatan masyarakat (PPKM) di Dumai, Polres Dumai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - PPKM Dumai turun ke level 2, Satgas Covid-19 Dumai mengeluarkan suratedaran SE Pedoman PPKM level 2.

Menteri Dalam Negeri telah memgeluarkan Intruksi Nomor 44 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Corona virus.

Mengacu pada Intruksi Menteri Dalam Negeri tersebut, Kota Dumai, masih tetap melaksanakan PPKM, namu level nya turun menjadi level 2 yang sebelumnya 3.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Dumai, Amrizal Anara mengungkapkan, setelah ditetapkan turun level, menjadi level 2, Satgas Covid-19 telah mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 9 Tahun 2021 tentang pedoman PPKM level 2 bagi sektor pendidikan, pelaku usaha dan kegitan masyarakat di Kota Dumai.

"SE sudah dikeluarkan, dan sudah ditandatangani Pak Wali Kota Dumai, sebagai ketua Satgas Covid-19," katanya, kepada Tribunpekanbaru.comRabu (22/9/2021).

Lebih lanjut dijelaskannya, ‎pelaksanaan PPKM level 2 terhitung mulai 21 Septembar 2021 sampai dengan 4 Oktober 2021.

Isi ketentuannya, untuk sektor Pendidikan pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Kecuali SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak, dan maksimal peserta didik 5 orang satu kelas, dan untuk PAUD maksimal 33 persen, dan wilayah yang berada di Zona merah melaksanakan pembelajaran jarak Jauh," jelasnya.

Kemudian, tambahnya, di sektor perdagangan dan pasar, untuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol Kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, ‎ handsanitizer, dan mengatur jarak dengan jam operasional maksimal sampai pukul 23.00 WIB.

"Supermarket dan Pasar Swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional
maksimal sampai pukul 23.00 WIB dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Sedangkan pusat perbelanjaan mall diperbolehkan beroperasi sampai dengan Pukul 21.00 WIB," terangnya.

‎Amrizal menerangkan, untuk sektor kegiatan makan dan minum, seperti warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka sampai maksimal pukul 23.00 WIB dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, hand sanitizer dan menjaga jarak.

‎"Sektor jasa hiburan, wisata dan area publik kegiatan usaha tempat hiburan berupa gelanggang permainan atau permainan ketangkasan, karaoke, permainan anak, warnet, panti pijat, refleksi dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat dan kapasitas 50 persen, jam operasional hingga pukul 23.00 WIB," jelasnya.

Amrizal Anara meminta masyarakat Dumai tetap Prokes dan tidak mengendorkan Protokol Kesehatan Covid-19.

"Tetap gunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun untuk mencegah penularan Covid-19," imbuhnya.

Sementara, Plt Kadiskes Dumai, dr Syaiful mengaku perkembangan Covid-19 di kota Dumai, sudah mulai membaik, sehingga Dumai, turun level menjadi level 2.

Dirinya meminta masyarakat tak mengendorkan protokol kesehatan, terlebih tempat tempat usaha, harus tetap mengetatkan protokol, karena protokol kesehatan merupakan syarat wajib agar terbebas dari Covid-19.

"Jangan kendorkan prokes tetap terapkan Prokes dengan baik dan benar, terlebih tempat hiburan dan tempa usaha lainnya," pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved