Breaking News:

15 Makam Covid-19 di Padang Dibongkar Keluarga, Gara-gara Hasil Swab Jenazah Negatif

Pemakaman khusus covid-19 itu berada di TPU Bungus Padang Sumatera Barat (Sumbar) di bongkar oleh ahli waris.

Editor: Sesri
TRIBUNJAKARTA.COM/ Elga Hikari Putra
Ilustrasi- Deretan liang lahat dengan jumlah banyak sudah disiapkan di TPU Tegal Alur untuk memakamkan jenazah dengan SOP Covid-19, Minggu (5/4/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hasil swab negatif setelah dimakamkan, 15 makam jenazah covid-19 yang dikuburkan di makam khusus covid-19 di Padang dibongkar ahli waris.

Pemakaman khusus covid-19 itu berada di TPU Bungus Padang Sumatera Barat (Sumbar) di bongkar oleh ahli waris.

Sejak dibuka tahun 2020 lalu, Secara kesuluruhan jumlah yang dimakamkan sebanyak 307 jenazah.

“Hasil swabnya belum keluar saat meninggal, namun ketika saat sakit positif Covid-19. Ternyata hasil swabnya negatif saat meninggal, maka pihak keluarga minta dipindahkan jenazahnya ke pemakaman keluarga. Hal itu dibolehkan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon kepada sejumlah wartawan, Kamis (23/9/2021).

Kemudian kata Mairizon, ada yang hasil swabnya positif Covid-19 saat meninggal juga bisa dipindahkan.

Namun harus menunggu dipindahkan setelah 83 hari setelah dipindahkan kemana saja.

Baca juga: Lima Kuburan Di Dalam Rumah Warga Solo, Pemilik Makam Ternyata Keturunan Penguasa Zaman Kerajaan

Baca juga: Belasan Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 Masih Tunggu Insentif Cair

Baca juga: Kisah Penggali Makam di Pekanbaru, Sehari Pernah Kuburkan 18 Jenazah Covid-19, Harus Siaga di Lokasi

“Kalau yang hasil swabnya negatif, bisa langsung cepat dibongkar dan tidak perlu memakai sistem pemulsaran Covid-19. Namun jika positif Covid-19 wajib menggunakan sistem pemulsaran Covid-19. Pemerintah Kota Padang hanya membolehkan pemakaman di TPU Bungus dan kaum (keluarg),” ujarnya.

Disebutkan oleh Mairizon, untuk pemakaman jenazah yang positif Covid-19 tidak dipungut bayaran.

Namun bagi yang memindahkan atau dibongkar dari TPU Bungus ke pemakaman lainnya, biayanya ditanggung oleh ahli waris atau pihak keluarga.

“Untuk pemakaman kami membentuk tim yang terdiri dari 12 orang. Satu orangnya menerima bayaran Rp250.000 per jenazah, itu ditanggung pemerintah,”ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Mairizon, yang dikuburkan di TPU Bungus tidak hanya warga Kota Padang, namun boleh juga yang berasal dari daerah lain.

“Awalnya untuk yang dimakamkan di TPU Bungus khusus yang ber-KTP Padang. Namun kemudian kami membolehkan juga yang tidak ber-KTP Padang.

Untuk yang meninggal karena Covid-19, kami tidak memungut biaya retribusi makam beda dengan yang meninggal nonCovid-19, kami pungut biaya retribusi makamnya sekali dua tahun,” katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved