Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Komisi IV DPRD Pekanbaru Rekomendasikan Putus Kontrak Pembangunan Pasar Induk, Ini Alasannya

Progres pembangunan Pasar Induk Pekanbaru, sampai sekarang tidak menunjukkan perkembangan signifikan. DPRD Pekanbaru beri pernyataan.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Progres pembangunan Pasar Induk Pekanbaru, sampai sekarang tidak menunjukkan perkembangan signifikan. FOTO diambil beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Progres pembangunan Pasar Induk Pekanbaru, sampai sekarang tidak menunjukkan perkembangan signifikan. DPRD Pekanbaru beri pernyataan.

Hingga September 2021 ini, pembangunannya masih di bawah angka 50 persen.

Kondisi ini tentunya memilukan. PT Agung Rafa Bonai (ARB), yang dipercaya Pemko Pekanbaru, selaku kontraktor pelaksana, tidak menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan pasar tersebut.

Komisi IV DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah pembangunan ini, terus mendapat desakan dari berbagai kalangan.

"Pemko kita minta untuk sesegera mungkin mengambil sikap dan keputusan. Apakah memutus kontrak atau melanjutkan. Sampai sekarang kita melihat di lapangan tidak ada perkembangan," tegas anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla, Kamis (23/9/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Sekadar gambaran, pembangunan Pasar Induk Pekanbaru dikerjakan oleh PT ARB, sejak tahun 2016 lalu dengan kontrak Bangun Guna Serah (BGS) bangunan selama 30 tahun.

Pasar induk yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektar, dengan nilai pembangunan diperkirakan menelan biaya Rp 94 miliar.

DPRD Pekanbaru secara lembaga, mendukung sikap tegas dari Pemko. Karena pembangunan Pasar tersebut sudah terlalu lama. Seyogyanya, PT ARB harus menuntaskan pada tahun 2020 lalu.

Karena situasi saat itu masih dalam pandemi Covid-19, dijadikan alasan bagi PT ARB untuk tidak bisa menyelesaikannya.

"Dalam tahun 2021 ini, harus ada keputusan pasti lah. Kita merekomendasikan, lebih baik diputuskan saja kontraknya. Mereka (PT ARB) kita lihat tak mampu," tegas Politisi PAN ini.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Induk ini, sempat menyisakan masalah. Kontraktor membangun kios tepat pada GSB, hingga mengakibatkan banjir.

Kondisi ini sempat membuat masyarakat sekitar berang.

Bahkan, persoalan ini sudah dibawa dalam hearing di Komisi IV DPRD Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dalam hearing, disepakati pembangunan pada bagian yang dipermasalahkan dihentikan sementara. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved