Breaking News:

Pemkab Siak Anggarkan Rp 6,4 M untuk Mendukung Penumbuhan Usaha Mikro Baru

Pemkab Siak menganggarkan Rp 6,4 miliar lebih untuk membantu penumbuhan usaha mikro baru pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Wakil Bupati Siak Husni Merza memimpin acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Bank Indonesia (BI) perwakilan Riau, Rabu (22/9/2021) di kantor bupati Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pemkab Siak menganggarkan Rp 6,4 miliar lebih untuk membantu penumbuhan usaha mikro baru pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Anggaran tersebut untuk 2 usaha mikro per kecamatan yang akan menghasilkan produk unggulan berbeda.

“Ini masuk ke dalam program one vilage one product. Jadi dari 14 kecamatan minimal ada 2 kampung yang menghasilkan produk unggulan berbeda, kemudian ditampung oleh 2 usaha mikro,” kata Wakil Bupati Siak Husni Merza pada acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Bank Indonesia (BI) perwakilan Riau, Rabu (22/9/2021).

FGD tersebut membahas tentang hasil penelitian BI terkait komoditas/produk/jenis/usaha (KPJU) unggulan UMKM provinsi Riau di kabupaten Siak.

Hasil penelitian BI tersebut menjadi acuan Pemkab Siak untuk mengeksekusi rencana penumbuhan usaha mikro baru pada 2022 mendatang.

Husni menyampaikan kegiatan FGD tersebut juga sejalan dengan visi misi kabupaten Siak 2021-2026. Terutama berkaitan dengan visi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Siak.

Pemkab Siak dalam strategi pencapaian misi RPJMD tahun 2021-2024 menargetkan pertumbuhan 1000 UMKM baru per tahun.

Dari data yang diambil di kabupaten Siak UMKM yang ada sampai Desember 2020 usaha mikro sebanyak 15.771 usaha, usaha kecil 1.027,dan usaha menengah 13 usaha.

“FGD dalam rangka penelitian KPJU unggulan UMKM Provinsi Riau ini menjadi pedoman Pemkab Siak mencapai target penumbuhan 1000 UMKM baru setiap tahun,” kata Husni.

Sementara itu Ade Ria Nirmala, Ketua Tim Peneliti KPJU unggulan provinsi Riau mengungkapkan bidang UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional sehingga pembinaan dan pengembangan UMKM menjadi kewajiban bersama.

"ragam dan rentang usaha UMKM sangat luas hampir semua sektor ekonomi, untuk itu diperlukan penetapan atau identifikasi komoditi produk atau jenis usaha yang unggul,” kata Ade Ria.

Menurutnya, penetapan KPJU dilakukan melalui beberapa metode analisis berdasarkan data pendapat dilakukan berdasarkan proses seleksi/penjaringan yang bersifat bottom-up.

Ia berharap hasil penelitiannya menjadi acuan utama bagi Pemkab Siak yang mempunyai program jelas terkait penumbuhan usaha mikro. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved