Breaking News:

Tidak Dapat Izin Orangtua, 15 Persen Peserta Didik di Kota Pekanbaru Belum Masuk Belajar Tatap Muka

Khawatir dengan penyebaran covid-19 sejumlah orang tua peserta didik di Kota Pekanbaru masih belum mengizinkan anak mereka untuk belajar tatap muka.

Penulis: Fernando | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com
Penyelenggaraan Belajar Tatap Muka di Kota Pekanbaru Ikuti SKB 4 Menteri 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Sejumlah orangtua di Kota Pekanbaru masih keberatan anaknya belajar tatap muka terbatas di sekolah.

Mereka merasa khawatir dengan penyebaran covid-19.

Jumlah anak yang belum belajar tatap muka berkisar 10 hingga 15 persen peserta didik di tingkat SD dan tingkat SMP.

Orangtua punya hak untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan anaknya.

Hal ini sesuai surat keputusan bersama atau SKB empat menteri terkait belajar tatap muka.

Baca juga: Pasca Ditemukan Guru Positif Covid-19, SMPN 44 Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka

Baca juga: Pekanbaru PPKM Level 2, Aturan Belajar Tatap Muka Berubah, Apa Saja Poinnya?

SKB empat menteri ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan.

SKB ini terkait belajar tatap muka terbatas di sekolah.

Orangtua peserta didik bisa belajar tatap muka terbatas atau belajar secara online.

"Orangtua bisa mereka pilih, karena dalam SKB ada dua opsinya. Orangtua yang ragu-ragu bisa belajar daring," papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, sejumlah orangtua menyampaikan bahwa anaknya tidak belajar tatap muka lantaran menderita asma.

Tapi sebagian besar orangtua belum mengizinkan untuk ikut belajar di sekolah karena masih ragu dengan kesehatan anaknya.

Baca juga: Ini Sejumlah Kebijakan Belajar Tatap Muka Selama PPKM Level 2 di Pekanbaru

Baca juga: Pekanbaru Gelar Belajar Tatap Muka, Cek Kondisi Terkini Covid-19 di Bumi Lancang Kuning

Ismardi menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada peserta didik yang terkonfirmasi positif covid-19.

Ia menyebut hanya satu kasus guru tertular covid-19 dari suami.

"Kasus itu bukan tergolong kasus klaster sekolah karena tertular dari suaminya," paparnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved