Breaking News:

Video Berita

VIDEO Sejarah Pulau Karimun dan Masjid Al Mubaraq, Peninggalan Kerajaan Riau

Masjid Al-Mubaraq yang didirikan oleh Raja Abdullah bin Raja Ahmad Engku Tuah, yang ketika itu beliau juga menjadi penasehat kerajaan Riau.

Editor: jefri irwan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Mengenal sejarah singkat Pulau Karimun dan Masjid Raya Al Mubaraq yang terletak di Kelurahan Meral, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Ketua pengurus Masjid Al Mubaraq, sekaligus dari Raja Haji Fisabilillah, Raja Syirwansyah, menjelaskan sejarah singkat Pulau Karimun serta pembangunan Masjid Al Mubaraq sebagai masjid tertua di Pulau Karimun Besar dan peninggalan kerajaan Riau.

Sejarah kerajaan Riau yang bermuara pada Masjid Al-Mubaraq, yang bermula pada kerajaan Man Sri Rajapahit, Sri Wijaya kerajaan Hindu di Tumasik, lalu ke Malaka, kemudian ke Johor dan Riau.

Masjid Al-Mubaraq yang didirikan oleh Raja Abdullah bin Raja Ahmad Engku Tuah, yang ketika itu beliau juga menjadi penasehat kerajaan Riau.

Masjid Al Mubaraq yang dibangun atas tanggung jawab moral bagi Raja Abdullah sebagai Amir, yang merupakan perwakilan dari kerajaan Pulau Penyengat Sri Indra Sakti.

Mengenal sejarah singkat Pulau Karimun dan Masjid Raya Al Mubaraq yang terletak di Kelurahan Meral, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.
Mengenal sejarah singkat Pulau Karimun dan Masjid Raya Al Mubaraq yang terletak di Kelurahan Meral, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. (Ist)

Diketahui, Pulau Penyengat yang menjadi pusat kerajaan Riau.

Dan melihat daerah Karimun yang merupakan wilayah strategis dari aspek ekonomi dan politik.

Sehingga Karimun terdapat beberapa barang tambang, oleh karna itu ditunjuk nama Amir yang berarti dari Ammiru'mukminin yang berarti perpanjangan tangan representasi dari kerajaan Pulau Penyengat.

Dengan hal itu, ditunjuklah dua saudara kandung atau adik beradik Raja Ali Haji Fisabilillah pengarang gurindam 12 dan Raja Abdullah untuk meninjau lokasi yang berada di Pulau Karimun.

Karna kepentingan kerajaan Raja Ali Haji Fisabilillah yang ditarik kembali oleh kerajaan Pulau Penyengat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved