Breaking News:

Ada Faktor Kegiatan Perusahaan, Ini Pernyataan BNPB Pusat Terkait Banjir Besar di Kampar

BNPB mengeluarkan pernyataan resmi terkait banjir besar di Kampar tepatnya di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
IST/Fernando
BNPB mengeluarkan pernyataan resmi terkait banjir besar di Kampar tepatnya di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu FOTO: Wanita berjalan di tengah genangan banjir di Desa Suka Ramai Kec Tapung Hulu, Kampar, Riau, Sabtu (25/9/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan pernyataan resmi terkait banjir besar di Kampar tepatnya di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu, Sabtu hingga Minggu (25-26/9/2021).

Pernyataan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (27/9/2021) pagi.

Muhari mengungkapkan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir pada Sabtu (25/9), pukul 02.00 WIB dini hari. Sebanyak 160 rumah warga terdampak banjir dengan kedalaman genangan air 50-90 sentimeter.

Menurut Muhari, berdasarkan informasi dari BPBD Provinsi Riau, banjir diakibatkan oleh hujan lebat dan aktivitas perusahaan sekitar kawasan terdampak banjir.

"Aktivitas perusahaan di sekitar kawasan terdampak menyebabkan kurangnya resapan air. Debit air hujan juga mengakibatkan anak Sungai Suram meluap," ungkap Muhari.

Ia mengatakan, BPBD Provinsi telah melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya evakuasi dan penanganan banjir. Disebutkan dia, kondisi mutakhir saat ini, sekitar 64 rumah warga masih terendam banjir dan sisanya masih berada di wilayah yang sudah surut.

Muhari tidak memerinci aktivitas perusahaan yang menimbulkan banjir. Tetapi sebelumnya, Kepala Desa Suka Ramai, Arusman menduga kuat banjir disebabkan peremajaan sawit PT. Arindo Tri Sejahtera 1 di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu.

Akibat replanting, kata Arusman, resapan air menurun. Sehingga saat hujan lebat, debit air langsung mengalir ke Sungai Suram yang berada di dalam areal kebun perusahaan.

Debit air yang tidak tertampung Sungai Suram pun meluap di sisi hilir. Maka ratusan rumah di Desa Suka Ramai terendam banjir. "Karena replanting resapan air jadi kecil. Jadi air langsung ke sungai," kata Arusman.

Ia menjelaskan, replanting dilakukan belum lama ini. Anak perusahaan raksasa Surya Dumai Group tersebut meremajakan ribuan tanaman Kelapa Sawit.

Sebelum peremajaan, lanjut Arusman, banjir kecil memang sering terjadi setidaknya sekali dalam setahun. Sebab, Sungai Suram mengalami pendangkalan. Tetapi banjir kali adalah yang terbesar dari yang pernah terjadi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved