Breaking News:

Oktober Diusulkan Tatap Muka Penuh di Sekolah, Ini Alasan Disdikbud Pelalawan

Oktober mendatang diusulkan pemberlakukan tatap muka penuh di sekolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan ke Satgas Covid-19

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
PTM secara terbatas di SMPN 1 Pangkalan Kerinci. Oktober diusulkan tatap muka penuh di sekolah oleh Disdikbud Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Bulan Oktober mendatang diusulkan pemberlakukan tatap muka penuh di sekolah. Hal itu diusulkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan.

Ada alasan kuat atas usulan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh ke Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Oktober mendatang.

Disdikbud berencana membuka seluruh sekolah untuk pembelajaran secara penuh seperti biasa, sebelum pandemi Covid-19.

PTM terbatas telah dilaksanakan hampir satu bulan di semua sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan yakni Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kita akan mengusulkan ke Satgas Covid-19 untuk membuka pembelajaran penuh di sekolah. Nanti saat rapat Satgas akan kita sampaikan," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Abu Bakar FE, Senin (27/9/2021).

Kepada Tribunpekanbaru.com Abu Bakar menuturkan, rencana PTM secara penuh dinilai sudah layak dilaksanakan di Pelalawan setelah melihat beberapa faktor.

Di antaranya pelaksanaan PTM terbatas berjalan lancar dan tidak ada kendala yang dihadapi pihak sekolah maupun Disdikbud.

Bahkan belum ada kasus Covid-19 yang ditemukan di sekolah selama belajar tatap muka terbatas ini atau klaster penularan saat belajar.

Kemudian, lanjut Abu Bakar, saat ini Pelalawan sudah masuk zona kuning Covid-19 karena kasus harian dan kasus aktif menurun secara drastis dalam sebulan terakhir.

Selain itu Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pelalawan berada di level 2.

Hal inilah menjadi pertimbangan dari Disdikbud untuk membuka sekolah secara penuh.

"Tentu harus ada izin dari Ketua Satgas Covid-19 dalam hal ini Pak Bupati Pelalawan. Mungkin untuk bulan depan kita laksanakan jika diizinkan," ujar Abu Bakar.

Ia mengungkapkan, pembelajaran secara penuh tanpa pembatasan waktu ini tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Sesuai anjuran dari pemerintah daerah ataupun Diskes Pelalawan.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved