Breaking News:

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Diapresiasi karena Tarik 56 Pegawai KPK yang Gagal TWK

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo akan menarik 56 pegawai KPK yang gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan demonstrasi di dekat gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (27/9/2021). Dalam aksinya mahasiswa mendesak Presiden Jokowi dan Ketua KPK Firli Bahuri membatalkan pemberhentian 56 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo akan menarik 56 pegawai KPK yang gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Keputusan Kapolri ini dinilai sebagai bentuk dukungan dan menolak Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dilakukan oleh KPK.

Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Profesor Sigit Riyanto mengungkapkan pendapatnya.

Menurut Prof Sigit, Kapolri secara tak langsung mengakui bahwa Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dilakukan oleh KPK tidak relevan.

"Artinya Kapolri mengakui TWK yang dilakukan oleh KPK tidak relevan dan tidak layak dijadikan pertimbangan atau syarat untuk alih status," kata Prof Sigit Riyanto kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Prof Sigit juga sebelumnya telah mengemukakan pendapat bahwa TWK tersebut selain tidak relevan juga tidak kredibel dan adil.

Bahkan diduga terdapat kejanggalan dalam pelaksanaannya.

Baik dari tujuan, desain serta pelaksanaan TWK itu sendiri.

"Dan telah dikonfirmasi oleh Lembaga begara yakni Komnas HAM dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI)," beber Prof Sigit.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Joko Widodo terkait permohonan agar 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK menjadi ASN di Polri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved