Breaking News:

Soal Sekolah Tatap Muka di Pandemi, Luhut: Lebih Ngeri kalau Generasi Akan Datang Jadi Bodoh

Isu mengenai 15.000 murid dan 7.000 guru yang terkonfirmasi positif selama PTM terbatas ditegaskan bukan berasal dari satuan pendidikan

Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers virtual, Senin (20/9/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Saat ini sejumlah daerah sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Diakui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pembelajaran ini selama masa pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan.

Namun menurut dia, masalah-masalah tersebut bisa dikendalikan.

Luhut mengaku lebih mengkhawatirkan generasi muda yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam keterangan pers hasil rapat terbatas mengenai PPKM secara virtual.

"Masalah pendidikan tadi, kami tidak melihat masalah-masalah yang tidak bisa dikendalikan.

Saya kira sistem yang dibangun Kementerian Kesehatan dengan Kemendikbud, saya kira sudah paten, sudah bagus," ucapnya dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, dikutip Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Ada Nama Keluarga Kementerian yang Menerima Bansos, Risma Langsung Hapus

Baca juga: KISAH Cinta Artis yang Menikahinya Fans: Selam 5 Tahun DM Intagram Tak Dibalas

"Bahwa ada tantangan di sana sini, yes, tapi kita lebih takut dan ngeri lagi kalau generasi yang akan datang menjadi tidak berpendidikan dan menjadi bodoh," sambung Luhut.

Luhut pun bercerita saat masih berseragam militer, bahwa dalam melakukan operasi militer selalu ada risiko.

Itulah yang diterapkan dalam penanganan pandemi Covid-19 bersama kementerian lainnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved