Ingin Punya Anak Yang Sholeh Dan Sholeha? Begini Adab Berhubungan Intim Menurut Islam
Dengan adab sesuai ajaran Islam, Insya Allah hubungan intim antara suami istri tersebut tidak akan disusupi oleh syetan.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Mendapatkan anak-anak yang sholeh dan sholeha merupakan idaman bagi setiap orangtua.
Untuk mendapatkan anak yang sholeh dan sholeha ternyata dimulai dari hubungan suami istri.
Dalam Islam, hubungan suami istri memiliki adab yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja.
Dengan adab sesuai ajaran Islam, Insya Allah hubungan intim antara suami istri tersebut tidak akan disusupi oleh syetan.
Dikutip dari berbagai sumber, sebelum berhubungan itim, sebaiknya suami dan istri dalam keadaan berwudhu.
Kemudian diwajibkan membaca doa berhubungan intim sebagai berikut:
Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.
Selama berhubungan, sebaiknya suami istri tak banyak bicara. Suami istri disarankan mengucapkan Istigfar.
Di saat suami mengeluarkan air mani, suami istri juga diwajibkan membaca doa sebagai berikut:
"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah".
Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).
Sebagai rasa syukur nikmat yang telah diberikan Allah, suami istri pun mengucapkan doa sebagai berikut:
"Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
Adab Berhubungan Intim
Ustad Khalid Basalamah dalam satu video ceramahnya, menyampaikan adab-adab berhubungan badan yang diajarkan Islam agar rumah tangga harmonis.
Adapun adab-adab dalam berhubungan intim suami istri adalah sebagai berikut:
1. Doa Sebelum Bersenggama.
Doa itu sebaiknya diucapkan suami sebagai kepala rumah tangga, namun akan lebih baik lagi jika diucapkan bersama-sama dengan istri.
Doanya adalah allahumma jannibisy syaithon, wa jannibisy syaithoni maa rozaqtanaa.
2. Bercumbu sebelum berhubungan badan.
Nabi Muhammad SAW mengatakan dalam sebuah hadisnya, bukanlah golongan kami orang-orang yang tidak bercumbu dulu sebelum bersetubuh.
Ustadz Khalid mengatakan, adi, sebaiknya bercumbu dulu sebelum berhubungan badan.
Misalnya suami mengucapkan kata-kata baik, mesra dan romantis kepada istri, berciuman lalu bersentuhan, setelah itu barulah bersenggama.
3. Tidak boleh menggauli istri dari dubur.
Sebuah hadis Nabi Muhammad menjelaskan bahwa orang yang menggauli istrinya dari dubur adalah terlaknat dan Allah tidak mau melihatnya.
4. Jangan gauli istri di saat dia sedang haid atau nifas.
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan, Allah SWT befirman dalam Suarh Albaqarah ayat 222 yang berbunyi jika kalian ditanya tentang haid, katakanlah haid itu kotor dan janganlah kalian berhubungan badan dengan istri kalian di saat haid.
"Selain itu, Nabi Muhammad juga mengatakan dalam sebuah hadisnya, yaitu lakukanlah apa saja saat haid kecuali berhubungan badan,” katanya.
5. Tidak boleh menceritakan apa pun yang dilakukan selama berhubungan badan kepada orang lain.
Misalnya, suami hebat dalam memuaskan istri saat berhubungan badan lalu istri karena saking senangnya lantas menceritakannya ke orang lain.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/berdoa-2.jpg)