Breaking News:

Pria Pemilik 4 Buah Paruh Burung Rangkong Ditangkap di Kantor Pos Pekanbaru

penangkapan terhadap pelaku bermula dari informasi yang didapatkan petugas, tentang akan adanya transaksi jual beli paruh burung rangkong

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri
istimewa
Petugas dari Subdit IV Tipidter, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, menangkap seorang pria pemilik bagian satwa dilindungi berupa paruh burung rangkong. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Petugas dari Subdit IV Tipidter, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, menangkap seorang pria pemilik bagian satwa dilindungi berupa paruh burung rangkong.

Pria yang ditangkap itu berinisial YL, asal Sumatera Barat (Sumbar).

Penangkapan terhadap YL dilakukan pada Kamis (30/9/2021) kemarin, sekira pukul 10.00 WIB.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari informasi yang didapatkan petugas, tentang akan adanya transaksi jual beli paruh burung rangkong di Kota Pekanbaru.

"Informasi lantas ditindaklanjuti petugas, dengan melakukan penyelidikan di lapangan.

Pelaku ketika itu sedang berada di Kantor Pos Kota Pekanbaru," kata Sunarto, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: VIDEO: Patroli di Suaka Margasatwa Kerumutan, BKSDA Riau Amankan 44 Kubik Kayu Hasil Ilegal Logging

Baca juga: Harimau Masuk Perangkap di Siak, Benarkah Satwa Pemangsa Remaja yang Ditemukan Tewas Tanpa Kepala?

Baca juga: Warga Temukan Jejak Satwa Berukuran Besar, BKSDA Langsung Turun, Rupanya Hewan Ini

Lanjut Sunarto, petugas selanjutnya melakukan penangkapan terhadap pelaku yang sedang duduk di dalam Kantor Pos.

Pelaku turut membawa sebuah tas selempang warna biru, yang setelah dicek isinya terdapat 4 buah paruh burung rangkong yang diduga akan diperjualbelikan.

Pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Riau untuk dilakukan proses penyidikan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 40 ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara dan denda Rp100 juta.

( Tribunpekanbaru.com /Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved