Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Wanti-wanti Pihak Sekolah Soal Pungutan Uang Seragam: Jangan Bebani Masyarakat

Komisi III DPRD Pekanbaru meminta kepada Disdik Pekanbaru, agar memastikan tidak ada pungutan seragam sekolah.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Kolase Internet
Komisi III DPRD Pekanbaru meminta kepada Disdik Pekanbaru, agar memastikan tidak ada pungutan seragam sekolah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi III DPRD Pekanbaru meminta kepada Disdik Pekanbaru, agar memastikan tidak ada pungutan seragam sekolah.

Kondisi ini bisa saja terjadi, mengingat kini penerimaan peserta didik baru (PPDB), yang baru selesai, dan sekolah tatap muka yang sudah dimulai.

Selaku mitra kerjanya, Komisi III DPRD juga berharap, supaya Disdik memerintah kepada semua sekolah di bawah kewenangannya (SD dan SMP) di Kota Pekanbaru, untuk tidak main-main soal pungutan seragam ini.

Jika perlu, Disdik menurunkan timnya ke sekolah, untuk memastikan tidak ada pungutan yang dimaksud. 

"Masyarakat baru saja dihantam badai pandemi. Jadi, ekonomi mereka dipastikan susah. Jangan bebani lagi masyarakat," tegas Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (3/10/2021).

Sejauh ini, sebut Politisi PPP tersebut, pihaknya belum ada menerima laporan tentang pungutan seragam.

Diharapkan laporan negatif jangan sampai terjadi, terutama bagi siswa yang baru masuk.

"Persilakan saja bagi semua wali murid, untuk membeli di luar sekolah. Asalkan sesuai dengan seragam sekolah. Karena lambat laun, jika nanti dipaksakan beli di sekolah, akan ketahuan juga," tegasnya.

Sejatinya, tidak ada larangan juga bagi sekolah yang menyediakan seragam untuk siswanya. Namun kebanyakan harga sering jauh lebih mahal, dibanding beli di luar.

"Kalau harganya sama, atau tipis dengan yang diluar, silakan saja. Pasti orangtua murid tak keberatan. Artinya, jangan lah persoalan ini-ini saja yang terjadi setiap tahunnya. Berbenah lah sekolah," pinta Ketua DPC PPP Pekanbaru ini lagi.

Saat disinggung mengenai sanksi bagi sekolah, yang ketahuan menjual seragam dengan harga tinggi, Zulkarnain meminta Disdik untuk bersikap tegas. Jika perlu oknum yang memperjualbelikan seragam tersebut, dievaluasi.

"Jadi, harus ada juga contoh dan efek jeranya. Disdik jangan hanya lips servis dalam memberikan fubishment kepada bawahannya," tegas Zulkarnain lagi. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved