Breaking News:

Heboh Orangtua Keluhkan Beli Seragam, Kadisdik Pekanbaru Malah Sebut Ini

Beberapa waktu belakangan banyak orangtua mengeluh dengan kewajiban membeli seragam di sekolah hingga melapor ke anggota dewan

Penulis: Fernando | Editor: Nurul Qomariah
Kolase Internet
Ilustrasi. Heboh orangtua keluhkan beli seragam, Kadisdik Pekanbaru malah sebut ini. 

Padahal, menurutnya pasca pandemi ini, ibu-ibu tersebut sangat kesulitan untuk mengeluarkan uang Rp1,5 juta hanya untuk seragam.

Karena masih bisa sebagai alternatif meminjam seragam ke tetangga yang kebetulan sebelumnya anaknya sekolah di tempat yang sama.

Kepada wali murid yang menyampaikan aduan, Agung menegaskan tidak ada satu sekolah yang boleh mewajibkan membeli seragam.

Apalagi dengan jumlah yang cukup banyak. Seharusnya sekolah mengerti dengan situasi ekonomi masyarakat saat ini dengan tidak membebankan iuan-iuran seperti itu.

Sebagai tindak lanjut dari laporan wali murid tersebut, dirinya memastikan bakal memanggil pihak Dinas Pendidikan Provinsi guna membahas persoalan tersebut.

"Saya tegaskan tidak ada sekolah yang boleh mewajibkan atau bahkan sampai memaksa wali murid untuk membeli uang seragam. Tidak boleh. Kalau masih bisa pakai seragam kakaknya, atau bahkan tetangga, persilakan saja,"ujarnya.

Kepada wali murid, ia mempersilakan memberikan aduan kepada DPRD Riau, khususnya Komisi V yang membidangi pendidikan apabila ada persoalan serupa.

Termasuk juga bila ada sekolah yang mewajibkan (LKS) dan uang komite.

Apalagi kalau nanti sekolah sampai menahan ijazah siswa yang sudah lulus.

"Silakan sampaikan aduan kepada kami. Kepada saya bisa, kepada Komisi V yang membidangi pendidikan juga bisa,"ujar Agung Nugroho.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang / Nasuha Nasution )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved