Breaking News:

Hutang Rentenir Membawa Maut, Nelayan Ini Akhiri Hidupnya, Tinggalkan Surat Mohon Ampun

Korban bernama MA (36) adalah seorang nelayan asal Gampong Pasi Rawa Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Editor: Ilham Yafiz
Tribunpekanbaru.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Akhir tragis nelayan terlilit hutang ke rentenir di Aceh hingga nekat mengakhiri hidupnya.

Korban bernama MA (36) adalah seorang nelayan asal Gampong Pasi Rawa Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

MA nekat menggantung pada kayu gantungan plafon di rumah rumahnya, Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Belakangan polisi menemukan surat yang ditulis pada lembaran buku tulis berjumlah 28 baris.

Surat yang ditulis korban tersebut adanya tanda tangan.

"Kita menemukan surat itu di dalam saku celana korban," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rizal, kepada Serambinews.com, Sabtu (2/10/2021).

Ia menjelaskan, isi surat tersebut ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Aceh, antara lain korban terlilit utang dengan rentenir alias lintah darat "bank 47".

Selain itu, dalam surat itu korban mohon ampun kepada Allah.

Ia menyebutkan, MA diketahui tergantung saat Yusnaini datang ke rumah korban hendak menjemput anak korban, guna diantar ke sekolah.

Saat itu, pintu rumah korban masih tertutup yang dikunci dari dalam.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved