Breaking News:

Video Berita

Video: Calon Haji dan Umroh Wajib Divaksin, Ini Syarat ke Tanah Suci

Saat ini vaksinasi merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh calon jemaah haji dan umroh yang akan diberangkatkan ke tanah suci.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Para penyelenggara haji dan umroh di Provinsi Riau didorong agar bisa menfasilitasi para calon jemaah haji dan umroh mengikuti vaksinasi.

Sebab saat ini vaksinasi merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh calon jemaah haji dan umroh yang akan diberangkatkan ke tanah suci.

"Karena kebutuhan dasar dari calon jemaah yang akan berangkat ke tanah suci saat ini adalah vaksin," kata ketua umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur usai melantik pengurus Amphuri Riau, di Hotel Furaya Pekanbaru, Minggu (3/10/2021).

Firman berharap vaksin yang digunakan untuk vaksinasi para calon jemaah haji dan umroh ini adalah vaksin yang saat ini dianjurkan oleh pemerintah arab Saudi. Yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Jhonson and Jhonson.

"Kalau bisa gunakan empat jenis vaksinasi yang direkomendasikan itu, namun bagi calon jemaah yang sudah vaksin sinovac tidak perlu khawatir, insya Allah nanti kami dari Amphuri akan memperjuangan untuk vaksin booster bagi para calon jemaah haji dan umroh," ucapnya didampingi, H Junaidi sebagai Ketua Amphuri Riau yang baru saja dilantik.

Pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan kementerian kesehatan, agar Ampuri diberikan jatah kuota vaksin yang direkomendasikan oleh pemerintah kerajaan arab Saudi tersebut untuk booster vaksin bagi calon jemaah yang sudah terlanjur divaksin sinovac atau sinopharm.

"Kami dari organisasi Ampuhri sudah berbicara dengan menteri kesehatan, melalui irjen pelayanan kesehatan, selama itu sesuai ketentuan, mereka akan mensuport kita untuk menyiapkan vaksin itu," sebutnya.

Sementara saat disinggung kapan calon jemaah haji dan umroh di Indonesia, khususnya di Riau bisa berangkat ke tanah suci, pihaknya belum bisa memastikan kapan pemerintah kerajaan arab Saudi akan membuka jemaah haji dan umroh dari Indonesia.

Namun sejauh dari hasil koordinasi pemerintah indonesia dengan kerajaan arab Saudi, semua berharap jemaah haji dan umroh dari Indonesia bisa diberangkatkan.

"Seperti kita ketahui, jemaah haji dan umroh dari Indonesia itu yang terbesar kedua di Dunia.

Mereka inilah yang mengisi hotel-hotel bintang lima dan bintang 4 yang ada di sekitar masjidil haram dan nawabi. Sekarang hotel-hotel itu sebagian besar masih tutup, dan mereka menunggu kedatangan jemaah asal Indonesia," katanya. (Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved