Breaking News:

200 Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Oknum Pendeta di Prancis, Mengguncang Gereja Katolik Roma

Gereja di Prancis tercoreng oleh kelakuan seorang oknum pendeta yang keji melakukan pelecehan lebih dari 200 ribu anak.

Editor: Ilham Yafiz
freepik.com
Ilustrasi pencabulan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gereja di Prancis tercoreng oleh kelakuan seorang oknum pendeta yang keji melakukan pelecehan lebih dari 200 ribu anak.

Menurut investigasi, sekitar 216.000 anak menjadi korban pelecehan oleh pendeta di gereja Katolik Prancis.

Dikutip dari Al Jazeera, pendeta tersebut telah melakukan kejahatan seksual terhadap anak sejak tahun 1950.

Kabar tindak kejahatan seksual ini telah mengguncang Gereja Katolik Roma.

Selama 20 tahun terakhir juga telah terjadi beberapa skandal pelecehan seksual di seluruh dunia terhadap anak-anak.

Jean-Marc Sauve, kepala komisi yang menyusun laporan penyelidikan tersebut, mengatakan pelecehan di Prancis adalah "sistemik".

Pelecahan telah dilakukan oleh sekitar 3.000 pendeta dan orang lain yang di gereja.

Sekitar 80 persen korbannya adalah anak laki-laki.

Suave menambahkan, gereja telah menunjukkan ketidakpedulian selama bertahun-tahun terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi.

Mereka melindungi dirinya sendiri daripada para korban.

Gereja tidak hanya gagal mengambil tindakan pencegahan, tetapi juga menutup mata terhadap pelecehan.

Bahkan secara sadar terkadang mereka membuat anak-anak lebih mudah berhubungan dengan pelaku.

“Konsekuensinya sangat serius,” kata Sauve.

“Sekitar 60 persen pria dan wanita yang mengalami pelecehan seksual menghadapi masalah besar dalam kehidupan sentimental atau seksual mereka,” lanjutnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved