Breaking News:

Opini

Dilema Pro Kontra Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Sekolah di masa pandemi menimbulkan pro dan kontra, ada yang setuju dan ada pula yang menolak

Editor: rinalsagita
Tribun Pekanbaru / Fernando Sikumbang
Peserta didik di SMPN 13 Kota Pekanbaru menjalani belajar tatap muka terbatas. 

Dilema Pro Kontra Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Oleh : Arma Winarni, Pengajar Bimbingan Belajar / Penggiat Literasi di Riau

Dengan diterbitkannya SKB 4 Menteri pada Maret 2021 untuk mengatur akselerasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas,

Pemerintah memberi lampu hijau daerah di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3 diizinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menegaskan, vaksinasi Covid-19 menjadi syarat utama bagi para tenaga pendidik dan guru.

Selain itu sekolah juga harus memenuhi persyaratan yang cukup ketat untuk melaksanakan PTM terbatas diantaranya kapasitas siswa yang mengikuti PTM hanya 50 persen dari daya tampung kelas dan Tetap menggunakan masker, face shield dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ditunjang berbagai kebijakan yang menyesuaikan perkembangan penyebaran covid-19 dengan kerjasama berbagai pihak telah terlaksana dengan maksimal.

Namun, terlalu belajar dirumah ini juga tidak baik.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Sabtu (4/9) menyatakan pelaksanaan PJJ yang berkepanjangan berisiko memberi dampak negatif pada anak.

Setidaknya terdapat tiga alasan utama yang menjadi dasar pelaksanaan PTM terbatas.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved