Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Duo Srikandi DPRD Pekanbaru Pertanyakan Kontrak Pungutan Parkir di Ritel Waralaba, Ada Apa?

DPRD Pekanbaru terus menyoroti pungutan parkir, di ritel waralaba Indomaret dan Alfamart.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
DPRD Pekanbaru terus menyoroti pungutan parkir, di ritel waralaba Indomaret dan Alfamart. FOTO: Satu juru parkir terlihat di satu gerai ritel modern Jalan Hangtuah, Kota Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru bakal mengkaji parkir ritel bersama dinas perhubungan dan bapenda. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru terus menyoroti pungutan parkir, di ritel waralaba Indomaret dan Alfamart.

Kini datang dari duo srikandi Komisi II DPRD Pekanbaru, Roem Diani Dewi MSi dan Hj Sri Rubianti.

Keduanya kini justru mempertanyakan kontrak pihak ketiga, yakni PT Yabisa Sukses Mandiri, yang memungut parkir di dua ritel tersebut. Sebab sampai saat ini, DPRD Pekanbaru, khususnya Komisi II belum melihat isi klausul (bunyi kontraknya).

Padahal, sebelum PT Yabisa Sukses Mandiri beroperasi memungut parkir, mereka sudah meminta kontrak kerja tersebut.

"Bahkan sampai hearing dengan Dishub Pekanbaru dan PT Yabisa kemarin, saya sudah minta. Mereka berjanji mau memberikan, tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada. Jadi, ada apa sebenarnya," tegas Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi, Rabu (6/10/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Tujuan dirinya ingin melihat isi kontrak tersebut, sejauh mana regulasi yang digunakan Dishub Pekanbaru, dalam pungutan parkir di Indomaret dan Alfamart tersebut.

"Mereka (Dishub) sudah paparan aturan yang mengikatnya. Tapi yang saya herankan, kenapa mereka enggan memberikan kontrak kerja kepada kita. Kan kita bisa tahu detilnya, tidak hanya ucapan dari Dishub belaka," tegas Politisi Partai Demokrat ini lagi.

Karena sampai saat ini, pungutan parkir di Indomaret dan Alfamart masih dilakukan, sehingga dikeluhkan masyarakat, Roem Diani Dewi secara pribadi tidak setuju, tetap dipungut.

Apalagi sudah ada pernyataan dari Walikota Pekanbaru Firdaus MT, agar pungutan di ritel waralaba Indomaret dan Alfamart untuk sementara dihentikan.

"Sampai sekarang, saya tidak setuju. Apalagi kontraknya sampai 10 tahun dengan PT Yabisa, terlalu panjang. Makanya, kalau terjadi wanprestasi, kita bisa melihat kontraknya. Sekarang kita tak tahu apa bunyi kontraknya," tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved