Breaking News:

Update Kasus Pengeroyokan Pasutri di Pelalawan, 9 Pelaku akan Diadili dan Terancam 15 Tahun Penjara

Update kasus pengeroyokan Pasutri di Pelalawan, para pelaku akan segera diadili dan menerima ganjaran hukuman.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Polres Pelalawan
Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) pada Kamis (26/08/2021) pekan lalu di Mapolres. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Update kasus pengeroyokan Pasutri di Pelalawan, para pelaku akan segera diadili dan menerima ganjaran hukuman.

Masih segar diingatan kasus pengeroyokan terhadap Pasangan Suami Istri (Pustri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada akhir Bulan Juli lalu.

Pengeroyokan yang dilakukan 9 orang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) itu menyebabkan korban Yulina Hia meninggal dunia dan sempat dikuburkan secara tidak wajar oleh pelaku.

Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) pada Kamis (26/08/2021) pekan lalu di Mapolres.
Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) pada Kamis (26/08/2021) pekan lalu di Mapolres. (Polres Pelalawan)

Sedangkan korban Anugerah Daeli mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan berhasil lolos serta melarikan diri dari tempat penyiksaan.

Baca juga: Awalnya Tak Ngaku, 9 Pelaku Pengeroyokan Pasutri di Pelalawan Tak Bisa Berkelit Disodori Foto Korban

Baca juga: Pasutri Dituduh Punya Guna-guna Disiksa,Ikatan Keluarga Nias Pelalawan Minta 9 Pelaku Dihukum Berat

Baca juga: VIDEO-Dituding Miliki Ilmu Guna-guna, Pasutri di Pelalawan Disiksa Secara Keji Hingga Istrinya Tewas

Hingga melaporkan ke pihak kepolisian dan membongkar aksi keji para pelaku terhadap Pasutri ini yang dilakukan di areal PT RAPP sektor Pelalawan TPK 17 line 39 Desa Petodaan, Teluk Meranti.

Setelah kasusnya diproses Satreskrim Polres Pelalawan, penyidik kemudian melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan untuk kelanjutan proses hukum.

Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) pada Kamis (26/08/2021) pekan lalu di Mapolres.
Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) pada Kamis (26/08/2021) pekan lalu di Mapolres. (Polres Pelalawan)

Sebanyak 9 pelaku telah ditahan sejak diamankan polisi. Adapun identitasnya yakni MH (35) yang merupakan kepala rombongan para pekerja HTI ini.

Kemudian JH (22), OWW (40), IL (34), BN (53), BH (36), dan JZ (45). Kemudian SG (34) dan WMN (28) yang merupakan tersangka wanita.

"Kemarin kita telah melimpahkan perkara pengeroyokan di Desa Petodaan ke Pengadilan Negeri Pelalawan. Dala. Kasus ini korbannya suami istri dan tersangka sebanyak 9 orang," terang Kepala Kejari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Riki Saputra SH MH, Rabu (6/10/2021).

Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) pada Kamis (26/08/2021) pekan lalu di Mapolres.
Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi penganiayaan terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Anugerah Daeli (35) dan Yulina Hia (29) pada Kamis (26/08/2021) pekan lalu di Mapolres. (Polres Pelalawan)

Dikatakan Kasi Pidum Riki Saputra kepada tribunpekanbaru.com, setelah berkas perkara di limpahkan ke PN Pelalawan, pihaknya tinggal menunggu penetapan sidang dari PN.

Sekaligus penunjukan majelis hakim yang menyidangkan kasus penyiksaan sadis ini.

Pihaknya telah menyiapkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan membawa perkara ini dan mendakwa para pelaku atas perbuatannya yang tidak berprikemanusiaan.

Riki Saputra menyebutkan, dari 9 pelaku dalam kasus ini JPU membagi menjadi tiga berkas perkara sesuai dengan peranan mereka masing-masing saat menyiksa korban. Mereka dijerat dengan pasal 170 junto 351 KUHP dalam surat dakwaan.

"Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Jika penetapan sidang dari PN keluar, akan segera disidangkan," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johanes Tanjung).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved