Breaking News:

Video Berita

VIDEO Viral Anggota DPRD Tolak Tes Antigen di Bandara Gorontalo, Kini Diperiksa Polisi

Oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo mengamuk karena menurutnya ia masih mengantongi surat keterangan telah melakukan tes PCR yang masih aktif.

Editor: jefri irwan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Resvin Pakaya, viral di media sosial karena mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo.

Dia menolak dilakukan rapid test antigen oleh Satgas Covid-19 usai tiba dari Makassar.

Oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo mengamuk karena menurutnya ia masih mengantongi surat keterangan telah melakukan tes PCR yang masih aktif.

Buntut video tersebut dirinya kini diperiksa polisi.

Beredar dan viral di media sosial dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu terlihat Resvin Pakaya, oknum anggota DPRD memarahi petugas swab yang ada di bandara Kamis (30/9/2021).

Dalam video itu bahkan dirinya mengajak penumpang lainnya untuk tidak melakukan tes rapid antigen.

Buntut dari video viral tersebut, Resvin Pakaya diperiksa polisi atas dugaan penghasutan dan penolakan tes usap antigen.

Dikutip dari Tribunnews, pemeriksaan dilakukan kepada anggota DPRD Kabupaten Boalemo atas laporan satgas Covid-19.

Resvin Pakaya diperiksa sebagai saksi atas dugaan penghasutan dan penolakan tes usap antigen sebagai syarat perjalan di Bandara Djalaludin.

Selain resvin, polisi juga sudah memeriksa 10 saksi lainnya mulai dari petugas BPBD, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan petugas bandara.

Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Gorontalo , Resvin Pakaya, viral di media sosial karena mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo.
Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Gorontalo , Resvin Pakaya, viral di media sosial karena mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo. (Ist)

Sebelumnya pada 2 Oktober 2021, Satgas Covid-19 Bandara Djalaludin Gorontalo melaporkan seorang anggota DPRD Kabupaten Boalemo karena mengamuk dan menolak tes usap antigen.

Karena protes yang dilayangkan oleh Resvin membuat penumpang lainnya juga ikut menolak untuk dites usap antigen.

Satgas Covid-19 pun menjelaskan menurut surat edaran Gubernur Gorontalo, penumpang yang tiba di Gorontalo tetap wajib tes antigen meskipun hasil PCR 2x24 jam tersebut masih aktif.

Kapolres Gorontalo AKBP Ahmad Pardomuan membenarkan bahwa selain Resvin Pakaya pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.COM

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved